Misunderstanding
Bagaimana bisa dia menyimpulkan seperti itu, sementara dia belum mencari tahu kepada papanya secara langsung.
“Pergi! Aku enggak mau lihat kamu lagi!” pinta Ara dengan lirih, tetapi penuh penekanan.
“Tapi kamu belum jelasin apa-apa, Ara. Tolong ... aku sayang sama kamu, tapi aku ....”
“Enggak ada orang yang katanya sayang, tapi tega ngehancurin hidup orang yang disayang,” lirih Ara yang masih membelakangi Saga. Gadis itu terlalu lelah untuk beradu argumentasi.