Aku Kembali Bukan Untuk Mencintai
Hanya menatap kosong ke satu arah, seolah pikirannya sedang berada jauh dari tempat kakinya berpijak sekarang.
“Dasar bodoh, ini semua terjadi karena pilihan ibu sendiri,” ucap Aeri, datar. Matanya masih menatap lurus ke arah nisan, tak sekali pun berkedip.
“Ibu … benar-benar bodoh,” gumam Aeri nyaris tak terdengar, tertelan suara hujan yang masih deras mengguyur.
Ia berdiri diam sesaat, menatap nisan itu lebih lama. Terlalu lama untuk seseorang yang baru saja mengaku tidak peduli. Lalu, tanpa kata lain, ia berbalik.