Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Bercerai dengan Suami Miskin

Aku Bercerai dengan Suami Miskin

Suamiku sangat miskin. Selama tiga tahun pernikahan kami, aku yang sepenuhnya menanggung semua pengeluaran rumah tangga. Bahkan saat aku tertarik pada sebuah tas seharga 400 ribu ketika kami jalan-jalan bersama, dia tetap mengatakan tas itu terlalu mahal, lalu menyuruhku untuk tidak membelinya. Tanpa sengaja, aku menemukan bahwa di hari ulang tahun cinta pertamanya, suamiku menghadiahkan sebuah kalung berlian senilai 8 miliar. Ternyata dia bukan pria miskin yang hidup dalam lilitan utang, melainkan pewaris keluarga konglomerat dengan kekayaan triliunan.
Baca
Tambahkan
Terapis Pijat Laktasi

Terapis Pijat Laktasi

Sahabatku membawaku ke pusat terapi laktasi dan ternyata terapis yang menanganinya itu seorang pria. Dia bukan hanya menggunakan tangan, tapi juga mulut! Yang lebih parahnya, aku malah jatuh cinta pada sensainya.
Cerita Pendek · Gairah
39.0K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Setelah Rasa Itu Sirna

Setelah Rasa Itu Sirna

Di jamuan makan, suamiku yang dikenal sebagai pelukis genius itu menggunakan tangannya yang diasuransikan senilai triliunan untuk mengupaskan kepiting bagi asistennya. Semua itu hanya demi membujuk asisten yang sedang tak nafsu makan itu agar mau menyantap sedikit makanan. Sementara itu, aku minum alkohol sampai muntah darah demi menarik investasi untuknya. Saat itu aku hanya meminta dia mengambilkan obat maag untukku. Namun, dia langsung menolak, "Tanganku ini dipakai untuk melukis. Kamu sendiri nggak punya tangan, ya?" Sepuluh tahun lamanya, bahkan alasan penolakannya pun tak pernah berubah. Hari itu, aku tersadar dari mabuk di tengah angin dingin, lalu meminta pengacara menyusun sebuah perjanjian perceraian. Renzo, di perjalanan hidup yang panjang ini, kamu dan aku tak lagi searah.
Baca
Tambahkan
Jebakan Kemenangan

Jebakan Kemenangan

Hatiku benar-benar hancur, saat mengetahui putriku terlibat dalam prostitusi. Aku tidak bisa membayangkan putri kecil yang selama ini kuanggap seperti permata berharga, ditindih di bawah pria paruh baya yang menjijikkan. Bahkan membayangkannya saja sudah sangat menyakitkan.
Cerita Pendek · Gairah
2.6K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Setelah Dua Kali Dikhianati, Aku Dinikahi Sang Penguasa

Setelah Dua Kali Dikhianati, Aku Dinikahi Sang Penguasa

Di meja makan, salah satu sahabat suamiku tiba-tiba berbicara dalam Bahasa Italia. “Tiga tahun lalu, demi membantu Liora mendapatkan surat damai dari Amara, kamu menikahi Amara dengan pesta yang megah. Selama ini aku melihat sendiri, Amara makin lama makin peduli padamu. Tapi kamu masih saja terus membohonginya. Jelas-jelas itu pil KB, tapi kamu bilang obat depresi. Kamu nggak takut, kalau suatu hari dia tahu kebenarannya… hatinya akan hancur?” Suamiku tersenyum pahit, wajahnya dipenuhi kerumitan. “Seorang anak yang nggak diharapkan, nggak perlu lahir ke dunia. Soal Amara… selama dia nggak mengganggu kebahagiaan Liora, aku akan menepati janjiku, melindunginya seumur hidupku.” Tak ada yang tahu, demi bisa mengikuti langkah suamiku, aku sudah menguasai Bahasa Italia sejak lama. Aku berdiri di ambang ruang tamu. Bekas ciuman masih membekas di leherku. Tanganku menggenggam obat yang katanya “obat depresi”, padahal… Tubuhku membeku. Jadi… semua rasa yang suamiku tunjukkan padaku hanyalah kebohongan semata. Yang kukira sebagai penyelamatan, rupanya hanya tipu daya yang direncanakan dengan rapi. Kalau begitu, aku memilih untuk merelakan mereka semua.
Cerita Pendek · Romansa
19.2K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
UNCLE BE MINE

UNCLE BE MINE

Di_evil
"Kau bukan kriteriaku, Crys." Brandon berkata tegas. Tatapan nyalang oleh amarah. "Aku menyukai perempuan yang be--" "Perempuan muda, berusia sekitar 20-22 tahun." Crystal memotong dengan cepat. "Sedangkan aku berumur sudah seperempat abad. Aku cukup tua dan tidak akan masuk menjadi kriteria utama wanita pilihanmu." Crystal menyeringai meremehkan. "Ah, kau juga mencari wanita muda yang agresif dan berpengalaman, 'kan?" "Sedangkan aku masih belum pernah tidur dengan pria mana pun selama ini. Jadi, kau merasa aku akan sulit mengimbangimu." "Aku bodoh karena aku ingin dirimu yang pertama memilikiku seutuhnya, tapi kau sama sekali tidak tertarik denganku, Uncle." Crystal berdecak sinis. Namun, kontras akan matanya yang sudah berkaca-kaca. Ia sendiri benci harus menunjukkan kemarahannya dengan cara seperti ini. Akan terlihat lemah. "Aku hanya bisa minta maaf. Aku tidak dapat memberikanmu kesempatanmu untuk lebih menyukaiku, Crys. Itu adalah kesalahan." Brandon mulai melunak, suaranya melembut. "Kau akan tetap menjadi keponakanku, ti--" "Dan, aku akan membuatmu pada akhirnya menyukaiku. Memintaku untuk menjadi milikmu seorang." Crystal berujar mantap. "Aku pasti bersedia mengubah statusmu dari paman menjadi suamiku," imbuhnya dengan suara penuh keyakinan dan ambisius. ………………… Crystal Smith dan Brandon Smith, memang memiliki nama belakang keluarga yang sama, tetapi mereka tidak ada hubungan darah sedikit pun. Hanya secara hukum saja Brandon berstatus sebagai pamannya. Jadi, Crystal membiarkan rasa cinta tumbuh untuk pria yang sepuluh tahun lebih tua darinya. Walau, tidak berbalas sama sekali. Namun, Crystal pantang menyerah dengan apa yang diinginkannya. Dikerahkan berbagai cara agar dapat mengklaim Brandon sebagai miliknya. ………….
Romansa
104.1K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Torturada Por La Mafia

Torturada Por La Mafia

La nonagésima novena vez que mi prometido, Draven Frost, me colgó la llamada, fui como pude hasta la iglesia de la familia, aferrando en la mano el diagnóstico de enfermedad renal terminal. —Padre, quiero romper todos mis lazos con la familia Rocci y anular mi compromiso con Draven Frost. Apenas terminé de hablar cuando mis padres irrumpieron en la iglesia con mi hermana adoptiva, Bianca. Mi padre, el Consigliere de la familia, no dudó. Me dio una cachetada, ahí mismo, frente al sacerdote. —¡Tu prometido es un Capo muy respetado en la mafia y te atreves a insultarlo de esta manera! ¡Estás manchando el nombre de la familia frente a toda la organización! Mi madre me arrebató el diagnóstico de la mano y dijo con desprecio tras una rápida mirada: —¿Otra vez con tus mentiras para llamar la atención? ¿Ahora qué quieres? Mi hermana adoptiva, Bianca, se aferró a los brazos de nuestros padres, con la voz quebrada por el llanto. —Ay, hermana, lo siento mucho. Si quieres, te cedo mi lugar en la gala. ¡Pero por favor, ya no les causes más problemas a papá y a mamá! Me limpié la sangre que escurría de mi nariz y, con calma, le repetí mis palabras al sacerdote. —Ya no soy hija de la familia Rocci. No soy digna de una alianza con los Frost. Me quedan tres días de vida. Y quiero que este compromiso se anule antes de eso.
Cerita Pendek · Mafia
2.5K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Dos Hermanas, Un Secreto Del Don

Dos Hermanas, Un Secreto Del Don

En nuestro séptimo aniversario de bodas, estaba montada sobre las piernas de mi esposo, Lucian, el Don de la mafia, besándolo con pasión. Mis dedos hurgaban con disimulo en el bolsillo de mi costoso vestido de seda, buscando la prueba de embarazo que había escondido ahí. Quería guardarme la noticia inesperada para el final de la noche. La mano derecha de Lucian, Marco, preguntó con una sonrisa sugerente en italiano: —Don… ¿qué tal su nuevo secretito? La risa burlona de Lucian vibró en mi pecho y sentí cómo se me revolvía el estómago. Respondió, también en italiano: —Como un durazno verde. Fresco y tierno. Su mano todavía acariciaba mi cintura, pero tenía la mirada perdida. —Que esto quede entre nosotros. Si mi Donna se entera, me mata. Sus hombres rieron con complicidad, alzando sus copas y jurando guardar el secreto. El calor que sentía en el cuerpo se me fue extinguiendo. Lo que ellos no sabían es que mi abuela era de Sicilia, así que entendí cada una de sus palabras. Me obligué a mantener la calma, con la sonrisa perfecta de una matriarca, pero la mano con la que sostenía la copa de champaña me temblaba. En lugar de hacer una escena, tomé el celular, busqué la invitación que había recibido hacía unos días para un proyecto privado de investigación médica internacional y acepté. En tres días, iba a desaparecer del mundo de Lucian.
Cerita Pendek · Mafia
15.5K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Ditinggalkan Suami Dan Anak Demi Cinta Pertamanya

Ditinggalkan Suami Dan Anak Demi Cinta Pertamanya

Tepat pada peringatan sepuluh tahun pernikahan kami, juga bertepatan dengan ulang tahun kesepuluh anakku, aku sudah menyiapkan rencana sejak sebulan sebelumnya. Aku merencanakan perjalanan wisata keluarga bersama suami dan anakku. Namun, menjelang hari keberangkatan, ayah dan anak itu justru menghilang begitu saja. Tinggal aku seorang diri berdiri di jalanan yang diguyur hujan deras, menelepon mereka berulang kali. Di seberang sana, terdengar suara anakku yang masih kekanak-kanakan, dingin dan tak sabar. "Papa lagi temani Tante Brittany makan, kami nggak mau pergi lagi." Telepon itu ditutup dan aku langsung diblokir. Ayah dan anak itu sengaja mengunciku di luar rumah, membuatku kedinginan semalaman penuh. Ditambah dengan hujan deras semalam, malam itu juga aku demam tinggi hingga menderita pneumonia. Sementara ayah dan anak itu justru sibuk berlibur bersama Brittany, bahkan mengambil foto liburan keluarga. Kali ini, aku tahu bahwa pernikahan ini benar-benar telah sampai di ujung jalan.
Baca
Tambahkan
The Seduction Of The Damned.

The Seduction Of The Damned.

Two souls, forged in suffering, would collide in a dance of darkness and desire, testing the limits of love and redemption. Their paths meet when Asher's sister becomes the target of a predator, and Kaidën sees an opportunity for justice. As they navigate their dark worlds, they must confront the demons that haunt them. Will Asher's desire for protection and Kaidën's quest for vengeance spark a twisted romance, or will their shattered reflections destroy them? *** “You killed my mother.” Asher's voice trembled with fury. Kaidën's smile was cold, almost mirthful. “Who gave your sister to her husband who sold her to pay off his debts.” “I watched you murder her in cold blood!” Asher’s fists clenched around the gun he held pointed at the killer, memories of that night flooding back. Kaidën leaned closer, a sinister smile creeping onto his face. "I remember begging you to look away. But you didn’t. Did you enjoy it, Asher? Watching the woman who shattered your world writhe in agony? Or would you prefer to keep that little secret buried deep? Ah, but don’t answer that. Come, help me gather the pieces of your father's remains. It’s time to tidy up this little mess." Asher’s eyes widened in horror, realization crashing over him like a wave. All this time, he had been unaware that he was not only a witness to his father’s murder, but had watched it unfold until the very end, just like he had done that night when he watched his mother’s murder. Nodding, he picked up the severed hand of his father—the same hand that had beaten and broken him until his skin grew numb to pain. ‘Oh, sweet Emily, if only you could see our father now. How the mighty have fallen.’
MM Romance
103.9K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
454647484950
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status