PEREMPUAN MASA LALU
“Tidak akan padam melainkan semakin berkobar bahkan membahayakan. Jika ia serupa api, maka menjelmalah menjadi air yang menenangkan. Jangan meninggikan suara meski tersulut emosi. Jangan marah, karena kadang bahkan sering kita menyesali kalimat-kalimat yang keluar dari mulut saaat marah.”
“Terakhir, jika suatu hari kamu bertemu Marsha. Jangan mau terlihat lemah di depannya, jangan pula terlihat sepertu preman. Namun, bersikap bijak dan berwibawalah. Kalau bisa berikan senyuman paling manis meski hatimu terluka begitu dalam. Senyuman kadang mendamaikan hati dan seolah menjadikan kita sebagai pemenang.”
“Jika Marsha mengatakan sesuatu yang bisa memancing emosi, Ustazah?”
Hot Chapters