Cahaya Biru
Namun tak dapat di pungkiri, jantung berdebar cepat saat mendengar bisikan Biru.
Radit, yang selama ini hanya diam, tiba-tiba ikut berkata. "Gue minta gitar, boleh?" tanyanya, menguji.
"Boleh," jawab Biru tanpa ragu, seakan-akan segala sesuatu di dunia ini bisa dia beri. Semangatnya untuk berhasil tampak jelas, begitu pun niatnya untuk membahagiakan kami.
"Sayang, ayo pulang," ucap Biru sambil menarik tanganku cepat-cepat. Aku berusaha menyamakan langkah dengannya.
Hot Chapters