Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jadi Mama Bohongan? Siapa Takut!

Jadi Mama Bohongan? Siapa Takut!

Di belakang Azka, Arka berdiri dengan tenang, terlalu tenang hingga sudut bibirnya nyaris tersungging senyum kecil yang sulit ditebak. Akira memicingkan mata, tatapannya melotot sedikit bingung. “Kalian... ngapain, sih?” suaranya bergetar setengah heran. Azka tanpa basa-basi langsung merangkul kaki Akira, wajahnya ceria. “Jalan-jalan!” katanya semangat. Arka melangkah maju dengan santai, suaranya rendah, “Selamat pagi.”
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai aksara 4
Baca
+Pustaka
MY TOXIC Husband

MY TOXIC Husband

Dalam keheningan malam itu, tangan yang mengusap lembut tangannya bercerita lebih banyak daripada kata-kata, mengabarkan sebuah harapan rapuh yang masih bertahan di antara abu-abu kesedihan mereka. “Kenapa...?” Quensa menatap Aksara dengan mata yang dipenuhi keraguan dan kecemasan, seolah ada sesuatu yang ingin disembunyikan. Aksara berbisik pelan, suaranya serak, “Tempatnya terlalu ramai. Kalau lama-lama, kita pulangnya keburu malam...” Wajahnya mengerut, tergambar ketidaknyamanan yang tak bisa ia tutupi.
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai aksara 4
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Pak Manajer Tampan

Jerat Cinta Pak Manajer Tampan

Lima tahun telah berlalu. Sinar matahari pagi menembus jendela kaca besar di ruang makan rumah Freya yang asri. Freya sedang menyesap kopi hitamnya sambil memperhatikan seorang anak laki-laki berusia empat tahun lebih sedikit yang sedang asyik dengan dunianya sendiri di atas karpet. Anak itu bernama Aksara Bhumi, namun semua orang memanggilnya Aksa.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai aksara 4
Baca
+Pustaka
ASAL KAU BAHAGIA

ASAL KAU BAHAGIA

Pertama kali pula ia mengamati dengan seksama isi detil kamar lelaki itu. Meja kerja Farid adalah yang pertama sekali menarik perhatian Nayla. Sebagai pria yang tidak banyak bicara, Nayla tidak menyangka Farid memiliki pernak-pernik yang termasuk beragam di mejanya. Ada sebuah jam pasir berhias ukiran huruf Arab tanpa baris yang tidak Nayla mengerti. Huruf latin di benda itu hanya ada satu baris, bertuliskan Kairo, satu-satunya yang bisa Naylabaca. Sebuah bingkai foto berbahan kayu berdiri manis di samping lampu baca model klasik. Bingkai itu memuat foto wisuda Farid bersama tiga orang lainnya yang berwajah ras kaukasia. Hampir seluruh benda di meja itu berwarna mendekati kayu, kecuali sebua
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai aksara 4
Baca
+Pustaka
When Drama Becomes Reality

When Drama Becomes Reality

Tanpa pikir panjang, Nara mengikutinya dari kejauhan. Nara berhenti di ujung lorong, mengintip ke ruang di balik tirai. Aksara berdiri di depan kotak kayu, memegang naskah kuno lainnya. Dia membuka halaman demi halaman, lalu berbicara sendiri dengan suara rendah. Aksara dengan nada lirih “Mengapa kau menulis ini, Darma? Apa yang sebenarnya ingin kau katakan?”
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai aksara 4
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status