When Drama Becomes Reality
Tanpa pikir panjang, Nara mengikutinya dari kejauhan.
Nara berhenti di ujung lorong, mengintip ke ruang di balik tirai. Aksara berdiri di depan kotak kayu, memegang naskah kuno lainnya. Dia membuka halaman demi halaman, lalu berbicara sendiri dengan suara rendah.
Aksara dengan nada lirih “Mengapa kau menulis ini, Darma? Apa yang sebenarnya ingin kau katakan?”