Dosenku, Sayangku
Di sana, berdiri Aidan Dirgantara dengan pakaian yang tampak kusut, wajahnya pucat pasi mencerminkan rasa frustrasi yang luar biasa setelah diamuk oleh ayahnya di koridor tadi.
"Liora, tolong dengarkan aku dulu. Aku mau minta maaf," ujar Aidan, suaranya parau dan bergetar hebat.
Langkah kakinya maju mendekat, namun Naufal langsung berdiri tegas, memasang badan di depan meja untuk membatasi jarak.
"Mau apa lagi kau ke sini, Aidan? Belum puas mempermalukan diri sendiri dan menghancurkan nama baik sahabatku?" ketus Nadia, matanya berkilat penuh amarah.