LOGINKata orang kita semua akan menjalani kehidupan baru setelah menikah, akan banyak suka dan duka setelahnya. Aku menikah dengan seorang lelaki yang kucintai, tak peduli akan statusnya yang bukanlah anak kandung dari orang tua yang saat ini bersamanya. Karena ingin membalas budi kepada mereka, Suamiku tetap memilih tinggal di rumah Ibu Angkatnya, wanita yang sama sekali tak pernah memberikan kasih sayang padanya karena kasih sayang itu hanya didapatkan oleh Ayah yang kini sudah tiada. Dengan Mas Azka anak angkatnya saja Ibu memperlakukannya dengan penuh kebencian, tak perlu ditanya bagaimana denganku kan? Hari-hari yang kujalani begitu berat hingga akhirnya membuatku memilih untuk memaksa suamiku pergi dan menegaskan kepada Ibu dan Ipar-iparku kalau kami tak sepantasnya diperlakukan begini. Dengan penuh keberanian akhirnya aku memilih jalan untuk menyadarkan mereka, jika statusku ini adalah Menantu dan bukanlah seorang Babu. Setelah beberapa lama akhirnya semua berjalan baik-baik saja, namun cobaan kembali mengguncang rumah tanggaku, segala hal sudah kucoba, bertahan, berjuang, hingga akhirnya sampai pada titik pasrah. Orang ketiga yang memasuki istanaku mencoba untuk menyingkirkan posisiku, namun aku tetap berdiri dengan tangguh dan membuat semuanya sadar bahwa seorang Ratu tak akan pernah menjadi Babu!
View More"Sejak aku memantapkan hati untuk menjadikanmu pasangan hidupku tak pernah terbesit sedikitpun ragu Ra, karena aku yakin kamu memang wanita yang tepat untukku. Hanya saja kali ini aku kalah, aku kalah dengan cemburu, hatiku rasanya terbakar ketika mendengar kalimat dari lelaki yang ku tahu pernah lama berada dalam hatimu. Apa aku salah Ra?" Aku menatap Ayra yang sudah mulai menangis, aku tahu dia merasa bersalah dan dari tadi aku terus-terusan mendengarnya mengucapkan kata maaf. "Maafin aku Mas, aku nggak bermaksud begitu. Aku cuma kasihan pada Keisha Mas, dia..." "Ra, aku ngerti apa yang kamu lakukan untuk membantu Keisha, tapi kamu juga nggak bisa memaksa orang lain untuk mengikuti inginmu Ra. karena akhirnya apa yang kamu dapat? Bukan kebaikan untuk Keisha tapi malah keburukan untuk dirimu sendiri kan? Azka menganggap kamu masih mencintainya, bahkan dia menantangku..." tak mampu aku melanjutkan kalimat Azka yang terngiang di pikiranku. "Mas Azka nantang kamu? Nantang apa Mas?" A
"Mas, tolong kasih aku kesempatan sekali lagi. Aku janji akan memperbaiki diri dan berusaha untuk menjadi istri yang baik buat kamu," ucap Keisha dengan air mata yang berlinang. Azka melirik ke arahnya sekilas lalu kembali membuang muka. Ia tak peduli dan menganggap Keisha tak ada. "Mas, mau sampai kamu diamin aku kaya gini? Sakit Mas." Keisha mengusap air matanya, ia terduduk lemah di ujung ranjang kamar mereka. "Kalau kamu sudah tahu sakit kenapa kamu tak pergi saja? Sepertinya itu adalah hal yang paling baik untuk aku dan mungkin untuk kamu," jawab Azka, ia terus memainkan ponselnya tanpa peduli dengan apa yang Keisha rasakan. "Aku sayang kamu, Mas," ucap Keisha lirih. "Rasa sayang yang kamu katakan itu membuat hidupku hancur," jawab Azka, ia menatap Keisha dengan tajam. "Apa yang harus aku lakukan agar aku bisa mendapatkan maaf darimu Mas?" Tanya Keisha dengan penuh harap. "Kembalikan Ayra padaku," pinta Azka dengan tegas.Keisha merasa jantungnya berhenti berdetak, ia terd
Keisha terbangun dari tidur panjangnya, ia melihat dengan samar ke sekeliling ruangan yang terasa asing untuknya. 'Di mana aku?' batinnya. Pandangannya tertuju pada dua orang yang sedang terlelap di sofa yang terletak di ujung ruangan. "Mi, Pi," panggilnya lemah. Rita membuka matanya dengan cepat, suara yang sangat ia rindukan selama dua bulan terakhir ini sangat jelas terdengar di telinganya. "Keisha," ucapnya dengan sangat gembira, ia bahkan langsung berlari menghampiri putri kesayangannya itu. "Pi, Anak kita sudah sadar," ucap Rita dengan nyaring, Anton yang mendengar itu segera mengambil kacamatanya dan menghampiri istri dan putrinya. "Keisha. Syukurlah," ucapnya dengan lega. "Akhirnya kamu bangun juga, Nak," ucap Rita dengan haru, ia menciumi putrinya dengan sayang. "Apa yang terjadi Mi? kenapa Kei ada di sini?" tanyanya lemah. "Bukankah pertanyaan itu harusnya Mami dan Papi yang menanyakan?" tanya Rita dengan lembut. Anton keluar ruangan untuk memanggil Dokter, sedang
Ayra terbangun ia merasakan pusing dan mencoba bangun namun ia merasa tubuhnya sangat lemah. “Infus?” ucapnya bingung sembari melihat tangannya. “Umi sudah bangun?” tanya Reyhan dengan imut, ia mendekati Ayra dan menempelkan punggung tangannya pada dahi wanita yang sangat ia sayangi di dunia ini. “Sayang,” ucap Ayra lemah. “Umi nggak apa-apa kan, apa ada yang sakit?” tanyanya dengan khawatir, membuat Ayra menahan air mata haru. “Umi nggak apa-apa sayang, maafin Umi ya. Rey pasti takut banget ya tadi?” ucap Ayra sedih, ia merasa bersalah pada putra kesayangannya itu. “Nggak kok Umi, Rey kan sudah janji bakalan terus jagain Umi,” jawabnya dengan tulus, kini Ayra sudah tak mampu menahan air matanya. “Umi kenapa nangis? Ada yang sakit ya? Rey panggilin Papa ya,” ucapnya cemas, ia akan berlari keluar namun Ayra menahannya. “Papa sama siapa di sini?” tanya Ayra, ada perasaan tak nyaman mulai menyelimutinya. “Abang,” ucap Aldi, ia baru kembali dari toilet. “Umi,” panggil Aldi, ia m












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews