Kembali ke Masa Lalu dan Melepaskan Cintaku
Setelah cinta pertamanya meninggal, Livia membenciku selama sepuluh tahun. Aku mencoba segala cara untuk bersikap baik padanya, tetapi dia hanya mencibir, "Kalau kamu benar-benar ingin menyenangkanku, lebih baik kamu mati saja."
Hatiku terasa sakit. Namun, ketika truk melaju ke arah kami, dia malah meninggal di genangan darah demi menyelamatkanku. Sebelum meninggal, dia menatapku dalam-dalam. "Andai saja ... aku nggak pernah ketemu kamu."
Di pemakaman, ibu mertuaku sangat terpukul.
"Dulu, aku seharusnya biarkan Livia dan Edward bersama, bukannya paksa dia menikahimu!"
Ayah mertuaku juga membenciku. "Livia sudah selamatkan kamu tiga kali! Dia orang yang begitu baik. Kenapa yang mati bukan kamu!"
Semua orang menyesal Livia menikahiku, termasuk aku. Aku diusir dari pemakaman dan merasa patah hati.
Tiga tahun kemudian, sebuah mesin waktu muncul entah dari mana. Aku pun kembali ke masa lalu. Kali ini, aku memilih untuk memutuskan semua hubungan dengan Livia dan mengabulkan keinginan semua orang.