Untuk membongkar kebingungan soal 'laid', aku suka mulai dari perbedaan dua kata yang sering bikin orang jatuh perangkap: 'lay' dan 'lie'. 'Laid' adalah bentuk lampau dan past participle dari kata kerja transitif 'lay' — artinya kamu meletakkan sesuatu kepada objek. Contoh jelasnya: 'I lay the book on the table' (sekarang), jadi 'I laid the book on the table' (lampau). Kalau kalimatnya memerlukan objek langsung (mis. buku, piring, kunci), hampir selalu pakai 'laid' untuk bentuk lampau atau perfect: 'She has laid the plates out.'
Satu trik praktis yang selalu kusebutkan ke teman-teman: substitusi dengan 'put'. Kalau kalimatmu masih masuk akal setelah diganti 'put', berarti kamu butuh 'laid' (atau bentuknya). Misalnya ‘‘She put the cards on the table’' → ‘‘She laid the cards on the table’' benar. Sebaliknya, kata 'lie' (berarti berbaring) tidak punya objek, dan bentuk lampunya adalah 'lay' serta past participle-nya 'lain' — ini sumber kebingungan terbesar: 'I lie down' → 'I lay down yesterday' → 'I have lain down' (benar).
Perhatikan juga bentuk pasif dan frasa seperti 'well-laid plans' di mana 'laid' bertindak seperti kata sifat hasil tindakan. Banyak kesalahan muncul waktu orang memakai 'laid' padahal subjek tidak melakukan tindakan kepada objek: jangan bilang 'I laid down' kalau maksudmu berbaring — yang benar adalah 'I lay down' (lampau untuk 'lie'). Aku selalu merasa lega kalau ada aturan 'pakai objek? pakai laid' sebagai pegangan cepat, dan setelah sering latihan, penggunaan itu jadi otomatis untukku.