Juragan Sayur Tambatan Hatiku
Arumi mengangkat wajah, lalu tersenyum sopan.
“Selamat datang di Apotek Sehat. Ada keluhan apa?” tanyanya dengan nada ramah dan profesional.
Pria itu tersenyum. “Saya mau ngambil pesanan, Mbak Arumi.”
Arumi mengangguk, masih tersenyum. “Oh, iya. Pak Dokter, silakan.”
Galih mendekati meja kasir. Di tangannya, selembar resep yang sudah ia tulis sendiri. *Saya pesan obat untuk pasien rawat jalan. Kata Bu Lina sudah siap.”