Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
When the Perfect Vampire Wife Dies They All Fall

When the Perfect Vampire Wife Dies They All Fall

The Clan Healer told me that without the vial of Progenitor's Blood, the Blood Blight afflicting me meant I had only seventy-two hours to live. But my husband, Miles, the new Duke of our world, gave the only vial of the precious cure to my adopted sister, Vivienne, the woman I had turned three years ago. "She's in agony from the rejection, Isolde. It's a pain you can't possibly understand." His tone was self-righteous, devoid of any concern for the patch of skin on my collarbone already turning to stone. I nodded, watching as the life-saving, dark red liquid slid down another woman's throat. I accomplished a great deal in the time I had left. As I signed the documents, the lawyer's hand trembled. "Are you certain you want to transfer everything, Your Grace? The territorial rights of a thousand-year-old clan..." I didn't hesitate. "Yes. To Vivienne." My adopted daughter, Lily, the girl I had risked everything to save, who was now forever frozen at the age of eight, cowered in Vivienne's arms, pointing at me and screaming, "Aunt Vivienne is my real mommy! You're the witch who turned us into monsters!" I offered no defense. "Yes, that's right. Be a good girl and listen to your new mother now." The Progenitor's Ring, the symbol of the clan's supreme authority, now rested on Vivienne's hand. "Oh, sister, you're too kind," she sobbed, her sobs a practiced performance. "I'll be sure to protect the family in your stead." I nodded. "You'll run things better than I ever did." I even signed away my control over the Elder Council, a council sustained by my own blood. For the first time in a century, a shadow of complex emotion crossed Miles's face. He stared at me,"Isolde, stop fighting. It's better this way. You need to rest." Yes. On my deathbed, I had finally become the perfect, submissive Isolde they always wanted. An Isolde who was about to turn to dust. The seventy-two-hour countdown had begun. I wondered, when I finally turned to ash,
Baca
Tambahkan
Born To Slay Gods

Born To Slay Gods

After three years of gathering herbs, I finally returned to Green-Pouch Valley. But my master, Mr. Gu, was not there. On the ground, only a dark red pool of blood remained, soaking his cloth robes. My senior brothers and sisters, usually so lively, were nowhere to be found. My master's wife, Auntie Qin, sat collapsed beside the pool of blood. Her once-black hair was now mostly white, her voice a hoarse whisper as she called to me. "Shuang'er, your master traded his life for the valley's ascension. You must go to the Nine Heavens and offer your thanks." It was only then I understood. The Celestial Lord, Jun Che, in his quest to forge an immortal body for his mortal wife, had coveted my master's rare Celestial Bones of Healing. He used the promise of ascension for everyone in Green-Pouch Valley as bait, then brutally tore the bones from my master's living body. I was born with a strange affliction, a void where joy and sorrow should be. The others in the valley secretly called me a cold-blooded monster. Now, as I stared at the blood-soaked robes of the man who had saved me and treated me like his own daughter, my expression remained blank. "Auntie Qin, did Master do this willingly?" Auntie Qin's eyes instantly reddened. "Jun Che is the Celestial Lord. His word is heavenly law. How could we ever defy it?" I gave a faint nod. "If it was not what Master wanted, then Jun Che deserves to die." Auntie Qin's face went pale with fright. She lunged forward and clutched my arm. "Shuang'er, your master's last words were for you all to protect yourselves, not throw your lives away fighting an unwinnable war against the heavens." I pried her fingers off one by one and looked up at the glittering, golden Celestial Realm beyond the clouds. A faint smile touched my lips. "Auntie Qin, Master taught me that a healer's heart must be compassionate." "But he never taught me that gods can't be killed."
Baca
Tambahkan
Thysia dan Symfonia

Thysia dan Symfonia

C_heline
Omorfia Pou diarkey. Atau yang kerap di sebut 'Ratu Fia'. Nama itu sendiri memiliki arti ‘kecantikan yang abadi’ jika di terjemahkan dalam bahasa Yunani. Sosok wanita paruh baya yang usianya kini mencapai setengah abad. Tidak percaya adanya kematian. Dan sulit menerima kenyataan hidup yang begitu menyakitkan. Menyerah menjalani hidup yang sulit ia hadapi sendirian, ratu Fia, memilih jalan pintas dengan mempercayai hal Ghoib yang ia temukan beberapa waktu lalu di sebuah hutan belantara yang tidak jauh dari pemukiman. Setiap tahun Fia harus melahirkan seorang anak untuk mahkluk tak kasatmata itu, demi mengabadikan semua harta serta kecantikan yang ia punya. Tak memiliki seorang suami, Fia juga rela bersetubuh dengan makhluk yang sulit di jelaskan lewat kata-kata. Setiap kelahiran anak itu, Fia harus melakukan hal yang sama setiap tahunnya, agar hidup awet muda selalu berpihak padanya. Mencungkil kedua bola mata bayi malang itu, dan melahapnya mentah-mentah tanpa sisa. Beberapa kali melahirkan seorang bayi. Pada suatu malam yang mencekam. Fia melahirkan lagi seorang bayi, yang sudah ia kandung berbulan-bulan lamanya. Sosok makhluk tak kasatmata itu memberi Fia sebuah penawaran yang sulit ia tolak. “Besarkan kedua bayi ini, maka kau tidak perlu melahirkan setiap tahunnya lagi.” Tanpa berpikir dua kali, Fia mengangguk menerima penawaran itu. Thyisia dan Symfonia, nama yang Fia berikan pada kedua putri kembarnya. Januar Benedikt. Seorang mahasiswa dari universitas Harvard, Amerika. Datang jauh-jauh demi mencari tahu apakah rumor yang menjadi mitos itu benar adanya atau hanya bualan semata. Berhasil memasuki Castil megah. Januar di buat bingung bukan kepalang. Masalahnya ia mencintai gadis yang tidak sengaja ia temui di dalam Castil. bagaimana kisah cintanya dengan Thyisia dan juga Symfonia yang saat itu juga ikut menaruh hati padanya? Ini bukan tentang kisah mistis atau mitos saja. Namun, kisah cinta yang menguras air mata serta kebahagiaan seorang gadis yang terlahir bukan dari bangsa manusia.
Romansa
1.8K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Death Comes in Twos

Death Comes in Twos

My Alpha's ex-girlfriend finds an excuse to move in with us. Whenever she sees me and my pup, she clutches her chest and acts like she's devastated. My Alpha is sure that I'm deliberately showing off our pup to upset her. "I can't believe you keep flaunting our pup to get on Cissy's nerves! I have to teach you a lesson!" He orders his men to have our pup and me thrown into the basement. No one is allowed to bring me food. I try to escape, and I beg for mercy. I tell him our pup is weak because I wasn't in the best of health when carrying it. I also tell him a healer has advised me to be hospitalized for further treatment. He sounds like he's heard the world's biggest joke, and his tone is cold as he says, "How can you be weak when you made it out of being ambushed in the forest? Stop trying to make yourself seem pitiful! Stay in the basement and repent! This is what you get for making things hard for Cissy!" What he doesn't know is that, when I save him from the attack, I lose my wolf because I am injected with wolfsbane. During my pregnancy, I am also hospitalized many times in order to prevent miscarriage due to the fact that my body is too weak. The pup is in poor health and has been receiving treatment since birth. In the basement, I slash my wrists to feed my pup with my blood, but he still dies in my arms. My devastated howls reverberate in the space. Losing my wolf means I no longer have the ability to heal myself. I lie in a puddle of my blood as I hold my pup's cold body close. Three days later, my Alpha decides he wants me back when he drinks a cup of coffee that isn't to his liking. He says, "Let my Luna out so she can make me coffee and apologize to Cissy. She and the pup can be taken to the hospital if she's sincere enough." No one dares obey his orders—my blood is already flowing out of the basement.
Baca
Tambahkan
Can't I Be Free?

Can't I Be Free?

Kiraniaa
Keira Nathania, si gadis introvert berumur 16 tahun yang tumbuh besar di sebuah panti bernama Dream High. Walaupun serba kekurangan ia sangat senang tinggal di tempat itu. Karena baginya tempat itu mengajarkan arti dari kesederhanaan, kesabaran, dan keikhlasan. Kasih sayang yang teramat cukup pun ia dapatkan dari panti itu. Di sekolah, dia tidak pernah membuat masalah atau mendapat masalah, baik secara akademis, hubungan dengan teman-temannya, maupun hubungan dengan guru-gurunya. Namun, kondisinya yang baik-baik saja seketika berubah. Bermetamorfosa menghadirkan luka dan lara. Tak sesuai keinginannya. Keira harus menerima pil pahit, bahwa ia telah dibully oleh temannya, Laura. Semua ini bermula ketika Keira mengetahui fakta bahwa Laura menjadi penyebab meninggalnya Tsania, teman Keira. Untuk menutupi kejahatannya, Laura pun terus mengancam Keira. Pembullyan, kesedihan, dan cemoohan yang dirasakan Keira dari orang yang selalu merisaknya, tak disangka mengantarkannya kepada peristiwa besar yang menegangkan dan mengubah kehidupannya. Dan ketika itu Keira tak disangka menyerah akan hidupnya bunuh diri di atas jembatan dan menenggelamkan diri ke laut. Namun seseorang telah menyelamatkannya. Sang kakak, Karin yang merupakan kembarannya Keira. Bertahun-tahun lamanya ia hadir dan menolong Keira yang sudah tenggelam di laut. Namun Karin berakhir dengan kehilangan ingatannya sedangkan Keira selamat. Akhirnya Karin yang disangka meninggal padahal ia lupa ingatan dan sembunyi di suatu tempat. Di sisi lain Keira diangkat menjadi anak angkat ibu Karin yang sedang mencari informasi tentang saudara kembar anak angkatnya. Keira menjalani kehidupan sebagai Karin, ia merasa bahagia. Hadirnya dua sahabat yang peduli dengannya dan dua sosok pria yaitu Rakha dan Nathan yang mewarnai hari-harinya. Akan tetapi dibalik kebahagiaan, kegelisahan pun cukup menghantui Keira. Permusuhan dimulai kembali ketika sosok teman lama pindah ke sekolah yang sama dan berusaha untuk membocorkan identitas Keira yang sebenarnya. Namun tak disangka sang kakak yaitu Karin muncul kembali dan menyelamatkan sang adik dari Laura yang selalu menindasnya.
Thriller
104.2K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
(Un)fortunately, You are my DESTINY !

(Un)fortunately, You are my DESTINY !

ryunee samaya
Novel romantis ini bercerita tentang Alya purnama, seorang gadis miskin berusia sembilan belas tahun. Di usianya yang masih sangat muda, ia dihadapkan pada kenyataan kalau sang adik yang begitu ia sayangi mengidap penyakit bocor jantung dan kanker darah stadium tiga. Alya yang begitu mencintai adiknya berusaha keras untuk mendapatkan biaya pengobatan agar adiknya bisa sembuh. Takdir mempertemukannya dengan seorang pemuda bernama Langit Marvelino Sastra Wijaya, seorang pengusaha kaya yang angkuh, sombong dan brengsek. Pertemuan pertama mereka yang tak terduga mengawali kisah cinta dua manusia berbeda status sosial ini. Langit yang selalu dikelilingi wanita sexy, cantik dan berasal dari kalangan sosialita terpaksa harus menjadikan Alya kekasih rahasianya karena perjanjiannya dengan sang oma. Alyapun tak dapat menolak karena hutang budinya pada keluarga langit. Keduanya yang terpaksa menjalani hubungan tanpa cinta membuat banyak masalah muncul. Tak hanya dari mereka berdua, masalah juga datang dari pihak luar. Ada Dyana, model yang merupakan kekasih langit yang selalu siap dengan rencana liciknya untuk menyingkirkan Alya. Ada juga Revan Anggara, dokter muda yang sejak SMU menaruh hati pada Alya tak mau membiarkan Alya tersiksa hidup bersama pria brengsek seperti Langit. Juga Aline, ibu kandung langit yang sangat membenci orang miskin seperti Alya. Seiring berjalannya waktu, benih cinta tumbuh diantara keduanya. Alya dan Langit yang awalnya saling membenci berubah jadi saling cinta. Disaat mereka mulai meyakinkan diri untuk bersatu. Tiba-tiba muncul Alana, wanita dari masa lalu Langit.Wanita yang pernah menggores luka yang teramat dalam pada hati pria nyaris sempurna itu. Alana datang menjanjikan cinta yang dulu begitu diharapkan Langit darinya. Kemunculannya membuat hubungan langit dan Alya kembali rumit. Alya kembali meragukan cinta Langit untuknya sedangkan Langit bingung memilih antara Alya dan Alana, kedua wanita yang punya arti penting dalam hidupnya.
Romansa
102.5K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
CINTA PERTAMA SI GADIS ES

CINTA PERTAMA SI GADIS ES

di Balik Gemerlap BSD Sasya Maharani adalah prototipe kesempurnaan di SMA Puncak BSD, sebuah institusi elite di jantung kota metropolitan. Dikenal sebagai "Si Gadis Es" karena fokusnya yang mutlak pada akademik dan masa depan cemerlang, hidup Sasya terencana rapi dan tanpa emosi yang mengganggu. Namun, ketenangan hidupnya terusik saat ia dipertemukan dengan Ardi Sanjaya, murid pindahan yang misterius dan dikelilingi rumor perkelahian di sudut-sudut BSD. Ardi, dengan tatapan liarnya dan kepolosan seorang anak, langsung mengklaim Sasya sebagai teman pertamanya, bahkan menyatakan cinta dengan lugas di tengah taman kota. Pertemuan tak terduga ini menarik Sasya ke dalam lingkaran pertemanan Ardi yang eksentrik, termasuk Nisa Adelia, si pecandu media sosial yang haus perhatian, dan Rizky Pratama (Kiki), atlet basket yang tenang. Di tengah hiruk pikuk BSD yang serba modern, Sasya mulai melihat sisi lain Ardi: kepolosan di balik citra berandal, kecerdasan tersembunyi yang mengancam posisinya sebagai murid teladan, dan hati yang rentan akibat masa lalu keluarganya yang kompleks, terutama hubungannya dengan sang kakak, Yudha Sanjaya. Seiring waktu, perasaan Sasya terhadap Ardi mulai tumbuh, memporak-porandakan logika dan rencana masa depannya. Di saat yang sama, Kenan Wijaya, putra konglomerat BSD yang karismatik, muncul dan terang-terangan menunjukkan ketertarikan pada Sasya, menciptakan persaingan sengit dengan Ardi. Sasya harus bergulat dengan perasaannya sendiri, memahami arti persahabatan, cinta, dan bagaimana menyeimbangkan ambisi akademisnya dengan gejolak hatinya. Novel ini akan mengikuti perjalanan Sasya dan Ardi—si kulkas berjalan dan si berandal—dalam menavigasi kompleksitas masa remaja, tekanan akademis, dan dinamika hubungan. Dari momen-momen kocak di foodcourt mal hingga percakapan serius di rooftop gedung-gedung tinggi BSD, mereka akan belajar untuk saling percaya, berkomunikasi, dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa. Pada akhirnya, di tengah gemerlap dan kesibukan BSD City mereka akan menemukan bahwa cinta sejati seringkali hadir dalam bentuk yang paling tak terduga, mengubah peta kehidupan mereka dan membuka lembaran baru.
Romansa
10685 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Mixed-Race Sister Saved Alpha Brother

Mixed-Race Sister Saved Alpha Brother

I was a stray pup. At five years old, several elite warriors captured me and threw me in front of the Alpha heir, Lucas. I heard his wolf talking to Lucas in his mind. "Lucas, this damn little thing is a hybrid of a werewolf and an evil witch. The prophecy shows she will be extremely vicious in the future, even killing your Mate. For the Moon Goddess, you must kill her now to protect your future Luna." Lucas agreed carelessly. But when he saw me, he froze. "Seriously? Dude, you’re saying this tiny thing is a homicidal maniac? How vicious can she be? Cursing the future Luna with a lollipop?" I tugged the corner of Lucas's expensive shirt, and looked up. "Big brother, I'm so hungry." He looked at my body, starved to just bones, and hesitated. "Anyway, the mate hasn't appeared yet. Might as well let her eat first. Even when we execute rogues, we usually let them eat their fill before killing them." His wolf replied, "Makes sense... but after she's full, you can't hesitate again!" From that day on, he raised me, this mixed-race brat, like a little sister in his pack. For over a decade, he and his wolf plotted countless times how to kill me, but always found various excuses to postpone the execution. Until I was 16, my brother was injured and lying in the healing center, but his wolf, having lost its will to live after being rejected by its mate, was unable to heal itself. The healer said my brother was going to die. I didn't try to stop him; I just found that playboy from school who had harassed me. I forced him to send my brother a mind link. "Alpha, I just wanted to say, Emma's body is really... really banging. I'll take good... care of her for you." I even chimed in through the mind link with a flirtatious whine. "Jason, don't be like that, Lucas will get mad... stop it." Less than half a second later. An earth-shattering roar came. "Son of a bitch! Jason, get the fuck away from her!" "If you touch a single finger on her, I'll tear you to shreds!"
Baca
Tambahkan
Alpha Begged His Omega Luna Back

Alpha Begged His Omega Luna Back

The day before our mating ceremony, my Alpha mate suddenly demanded I give him five hundred thousand dollars. "You're just an Omega. Even if you're pregnant, you have no right to become the pack's Luna. But our pack is facing a financial crisis right now. We don't have enough weapons or healing supplies. If you can provide funding, the pack might accept a generous Luna who contributes to our survival." To help me, Dad emptied his entire life savings: "I'm old now. Seeing you happy is enough for me. I understand Damon's position as the pack's Alpha. This money—I'll pay it for you." But shortly after the mating ceremony, Dad was sent by my mate to the frontline battlefield to fight rogue wolves. He was severely injured in combat. I couldn't afford the expensive healing herbs he needed. I had no choice Damon Blackwood to help me save my father's life. I never expected his account balance to show only a few dollars! I demanded answers. He accused me of scheming against him and dragged me straight to the pack healer to force an abortion. "You just became Luna and you're already plotting against me? Think having my pup gives you power over me? Let me tell you the truth—I don't lack women willing to bear my children!" I worked every job I could find and borrowed money from everyone I knew. But I still couldn't afford those expensive herbs. The day Dad died, I couldn't even buy him a decent burial plot in the pack cemetery. On my way home from the funeral, I saw Damon with another woman in a luxury jewelry store, selecting expensive pieces. "Turns out all Omegas are the same—always scheming. I thought Sage was different from other women. Didn't realize she was just another gold-digger trying to climb the social ladder by becoming Luna. I guess I lost this bet. Pick any gemstone you want, baby. I'm buying." But when I finally gave up and turned to leave for good, he broke down crying and begged me not to go.
Baca
Tambahkan
Keluarga yang Tak Kuinginkan Di Kehidupan Berikutnya

Keluarga yang Tak Kuinginkan Di Kehidupan Berikutnya

Usiaku 15 tahun saat Ayah dan Ibu akhirnya menemukan aku dari pegunungan terpencil. Melihat tubuhku yang penuh luka dan kekurangan gizi, mereka bersumpah akan menebus semua yang pernah hilang dariku. Ibu berkata aku adalah harta paling berharga milik Keluarga Atmaja. Dia mengganti namaku dari "Ilalang" menjadi "Ratna Atmaja". Ayah berkata, seberapa pun sibuknya dia nanti, setiap hari dia akan pulang untuk makan malam bersamaku, agar aku bisa merasakan kembali arti rumah. Aku pikir, akhirnya aku akan bahagia. Namun sepuluh tahun kemudian, aku malah meninggal di rumah kontrakan yang diberikan oleh adik perempuanku yang palsu itu. Saat itu, anakku berusia tiga tahun. Untuk bersenang-senang, para penculik memberiku tiga kali kesempatan meminta pertolongan. Selama ada seseorang yang mau datang melihatku, mereka akan melepaskan anakku. Kesempatan pertama, aku menelepon Ayah yang tak pernah berhenti mencariku selama 15 tahun. Saat itu dia sedang mengatur para pelayan untuk menyiapkan pesta ulang tahun adik palsuku. Setelah menerima teleponku, dia mengerutkan kening. "Ratna, kamu nggak tahu hari ini ulang tahun adikmu? Jangan bikin sial." Kesempatan kedua, aku menelepon Ibu yang dulu berjanji akan menganggapku sebagai harta paling berharga. Dia memandang penuh sayang ketika adik palsu itu merebut ponsel, lalu menatapku dengan jijik tanpa ditutupi sedikit pun. "Ratna, kalau mau bohong, bisa nggak lebih pintar sedikit? Kalau kamu terus bikin masalah, jangan harap bisa dapat uang hidup untuk bulan depan." Kesempatan ketiga, aku menelepon ayah dari anakku, suami yang dipilih dengan sangat teliti oleh orang tuaku. Dia bilang sedang rapat, setelah itu masih harus memilih hadiah untuk adikku, tidak ada waktu meladeniku bermain drama. Dia juga berkata, kalau aku mau bersikap patuh, minggu depan dia akan mengizinkanku membawa anak pulang untuk makan bersama keluarga. Aku mencium putraku yang gemetar ketakutan di dalam pelukanku, lalu memohon agar mereka memberiku satu kesempatan terakhir, membiarkanku menulis pesan perpisahan. Saat ponsel kembali ke tanganku, aku mengirim dua pesan ke grup keluarga. Satu foto tubuhku yang berlumuran darah. Satu kalimat pendek yang keluar dari lubuk hatiku. [ Aku benar-benar akan mati. Di kehidupan berikutnya, jangan jemput aku pulang lagi. ]
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
404142434445
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status