Cinta Cita
“Gula itu manis, garam itu asin. Dilihat dari bentuknya aja sudah beda.”
“Merica sama ketumbar? Kunyit, kencur, jahe, terus—"
“Terus apa!” Tatapan Cita tertuju tajam.
“Nggak papa, nggak papa.” Arya terkekeh dan menggeleng. Daripada urusannya semakin panjang, lebih baik ia mengakhiri pembicaraan saat ini. “Ayo buruan makan, daripada aku yang makan kamu duluan. Bisa telat lagi aku ke kantornya.”
Bab Populer