PELAYAN TUAN ARTHUR
Aku tidak repot-repot menoleh karena aku tahu persis siapa yang menarikku, dan aku merasakan dia mencondongkan tubuhnya ke arahku dari belakang, mirip dengan yang dilakukan Tuan Daniels tadi, lalu berbisik di telingaku.
"Aku melihatmu memperhatikanku, dan aku memutuskan bahwa aku menginginkanmu, ragazza timida." (Gadis pemalu/penakut) Ucap Arthur dengan suara serak, menggumamkan sesuatu yang tidak kupahami di bagian akhir.
Napas seakan tertahan di tenggorokanku, dan aku mendengarnya terkekeh pelan, tahu bahwa dia belum selesai bicara.