Menjadi Kesayangan Tuan Ammar
Marisa anak sebatangkara yang hanya tinggal dengan paman nya, adik dari mendiang sang ayah. Namun perjalanan hidup yang di hadapi nya begitu sulit dan berliku-liku.
''Kamu itu harus tahu balas budi, memang nya untuk biaya hidup itu gratis. Di kira beli segala kebutuhan rumah itu pakai daun?"
Suara itu selalu terngiang dan membuat Marisa takut untuk pulang pada hari di mana Marisa di pecat di tempat kerja nya, karena jika paman dan bibi nya tahu jika ia tak bekerja pasti Marisa akan mendapatkan hukuman dan makian dari kedua orang itu.
Tekanan di rumah dan di tempat kerja membuat nya hampir putus asa, karena dunia tidak berpihak kepada nya, sampai saat nya ia bekerja di sebuah perusahaan properti yang terkenal di kota Jakarta dan bertemu dengan seorang ceo yang arogan. Karena Marisa sudah terbiasa dengan perjalanan hidup nya ia tidak perduli dan lebih memilih untuk fokus bekerja agar tetap bisa memenuhi segala kebutuhan rumah dan untuk membayar hutang-hutang kedua orang tua nya.