Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SILVER IN THE SHADOWS

SILVER IN THE SHADOWS

“You’re useless.” I lift my head, wrists aching where the rope bites into skin already numb from the cold. My father stands over me, his shadow long and sharp in the firelight spilling from the clearing behind him. I can hear the celebration. My sister’s laughter. The pack chanting her name. “I tried,” I say. My voice cracks, and I hate it for that alone. “I did everything you asked.” He scoffs. “Everything?” His gaze drags over me like I’m something rotten. “If you’d done anything right, your mother would still be alive.” My chest burns, each breath a knife. “She chose—” “She died because of you,” he snaps. “Because you were too weak to protect yourself. Too weak to be worth the trouble.” I swallow, tasting blood. “I’m your daughter.” “No,” he says coldly. “You’re a reminder of my failure.” He turns away, already done with me. “Be grateful I’m hiding you instead of killing you. An Alpha can’t afford dead weight.” The rope tightens as he knots it higher, out of reach. He doesn’t look back. Behind him, the pack howls in celebration. I lower my head and let the tears fall silently into the dirt because crying is the only thing they haven’t taken from me yet. But as the night deepens and the forest breathes around me, something else stirs—slow and patient. They call me useless. One day, they’ll choke on that word.
Werewolf
1.0K viewsOngoing
Read
Add to library
Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Ketika aku pulang dengan membawa laporan pemberitahuan yang menyatakan aku hanya punya waktu satu bulan lagi untuk hidup, Christopher baru saja selesai bercinta dengan sahabatku, Agnes. Melihat kekacauan di lantai, Christopher memberi perintah padaku, "Kami sudah mengacaukan dapur, kamar tidur, dan ruang tamu. Jangan lupa membersihkannya." Selama tiga tahun pernikahan, dia selalu bersikap seperti ini. Dia selalu menghinaku untuk mencari kegembiraan. Siapa suruh aku mencampakkannya dulu? Sudah sepantasnya dia membenciku. Aku diam-diam membereskan rumah dan membersihkan semua jejak cinta yang ditinggalkan mereka. Kali ini, aku hanya ingin melihat rumah pernikahan kami untuk yang terakhir kalinya. Namun, pada saat ini, Christopher tiba-tiba memanggilku. "Evelyn, aku sepertinya belum pernah ambil foto pernikahan." Melihat sedikit kegembiraan di mataku, Christopher terkekeh dan berujar, "Jangan bilang kamu kira maksudku kita? Besok, aku dan Agnes mau ambil foto pernikahan. Kamu boleh datang untuk bantu dia pegang ekor gaunnya."
Short Story · Romansa
1.2K viewsCompleted
Read
Add to library
Pacarku Adalah Mantan Sepupuku

Pacarku Adalah Mantan Sepupuku

Pacarku selalu menghindar jika disuruh bertemu dengan orang tuaku. Namun, dia malah diam-diam menyamar sebagai calon istri mantannya dan bertemu dengan semua kerabat mantannya. Ironisnya, tempat pertemuan mereka adalah di rumah pernikahan yang kupersiapkan untuk kami. Yang tidak dia sadari, aku ternyata adalah sepupu jauh dari mantan pacarnya. Pacarku berpura-pura tidak mengenaliku. Dia merangkul mantannya dengan mesra sambil berkata, "Rumah ini dibeli suamiku dengan tunai." Semua kerabat memuji mereka sebagai pasangan yang harmonis. Takut rahasianya terbongkar, pacarku mendekatiku dan memberikan peringatan, "Aku cuma bantu teman supaya dia nggak didesak nikah. Kalau kamu berani mengacaukan ini, kita putus." Dengan senyuman sinis, aku memberinya ucapan selamat yang tulus, "Kalau ternyata aku dan sepupuku punya selera yang sama soal rumah dan wanita, aku sudah persiapkan beberapa perlengkapan pernikahan yang pasti disukai sepupuku. Akan kuhadiahkan untuk kalian." Akhirnya, pacarku terlihat panik.
Short Story · Romansa
6.5K viewsCompleted
Read
Add to library
Penyesalan Setelah Diriku Tiada

Penyesalan Setelah Diriku Tiada

Aku didiagnosis menderita lupus eritematosus sistemik stadium berat dan akan meninggal tiga hari lagi. Setelah 188 kali telepon permintaan tolongku ditolak suamiku, aku membawa hasil pemeriksaan dan melangkah masuk ke kantor pelayanan perawatan akhir hayat. “Halo, tolong bantu jadwalkan proses kremasiku dan ajukan juga bantuan subsidi dari pemerintah.” Sepuluh menit kemudian, mereka datang. Belum sempat aku bicara, suamiku yang seorang pengacara langsung menamparku tanpa ekspresi. “Demi merebut perhatian dari Penny, kamu pura-pura sakit parah?” Kakakku yang seorang dokter merebut hasil pemeriksaanku, lalu membuka dan menatapku, sambil mencibir, “Lupus? Kalau mau pura-pura sakit, setidaknya yang masuk akal. Penyakit seperti ini hanya diderita satu dari sejuta orang.” Aku menahan rasa sakit di tubuhku, lalu kembali ke meja petugas dan menyerahkan formulir, serta hasil medis lagi. Melihat ruam berbentuk kupu-kupu di pergelangan tanganku, petugas itu tampak iba. “Aku sudah nggak punya keluarga lagi.” “Aku ingin mendaftar layanan kremasi tiga hari lagi, lokasinya bebas. Aku hanya berharap kematianku nggak menjadi beban bagi siapapun.”
Short Story · Realistis
8.2K viewsCompleted
Read
Add to library
Forbidden Taste

Forbidden Taste

I WAS walking confidently on the red carpet. Today is the event of the Cohen Modelling Agency. The paparazzi immediately went after and lots of flash stroke in my eyes. I'm a bit nervous while walking in the midst of the red carpet. I chose the right path. This is what I want. Even though I chose my career and my unborn child, my heart was still empty. I opted to leave him and break up with him. I opted all of this that's occuring around me. Fame, money, and being a beautiful woman. Until I'd decided to walk inside the event. I grasp my clutch tightly when I saw how exquisite the ambience of it. The huge chandelier at the center and waves of people were chattering inside. I held up my chin and continue to walk and I saw Sophia walking towards to my direction. "You're just in time," she exclaimed. "Come with me..." "Okay..." Nakita ko yung pamilyar na lalaki na nakatayo. I felt my heart thumping so crazily. And butterflies were twisted in knots inside of my stomach when our gaze met. It's been a days... I haven't seen him. The last time I saw when I broke up with him inside of his office. My hands began to shudder in nervous. And his wife is there beside him. I smiled. This is what I want, right? To let go of him? "Oh, Miss Portugal," he acknowledged. "Good evening, Mr. Cohen..." We used to be sweet with each other. He used to snake his arms around my waist and whispering to me all the sweet things. But that was before... I knew we can't continue this kind of relationship. It is too forbidden. Too forbidden to taste because I'll get addicted to it again and again.
Romance
498 viewsOngoing
Read
Add to library
MY ALPHA STEPBROTHER'S OBSESSION

MY ALPHA STEPBROTHER'S OBSESSION

"Aidan, we can't be doing this." My breathing was heavy and my voice was shaky. "shhh" my stepbrother whispered, and his hands lowered until he was undoing the buttons of my pants. "You asked me if I hated you... Does this feel like hate, Dahlia?" His muscular body pressed me against the door of his bedroom, pinning me so that I couldn't escape. But I didn't want to run, heat crawled from my throat down to my pussy. My pants fell to the floor and cool air brushed against my thighs, my heartbeat quickened because I wasn't wearing any panties. His hand wrapped around my throat and he leaned close until our lips brushed, until I was breathing in his scent and his own breaths. The wetness between my thighs intensified as he rolled his fingers over my swollen clit. "Let me show you how crazy I am for you, let me show you how much I want you, Dahlia." *** Everyone knows Aidan. Aside from the fact that he is the top hockey star and first high-schooler to ever win a gold medal in the Olympics, he is breath takingly handsome. He's a six foot four, athletic dare devil who I had been crushing on since middle school but he hated my guts. Why? I don't know. Imagine my surprise when my mum decided to tie the knots to a Billionaire surgeon and on the day of the wedding, Aidan Smith is introduced to me as My stepbrother!!!
Werewolf
101.1K viewsOngoing
Read
Add to library
Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank

Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank

​Di Akademi Aethelgard, Upacara Manifestasi adalah momen penentu nasib di mana setiap remaja mendapatkan Job Class dan artefak suci. Raka, sang jenius taktis dengan rekam jejak fisik sempurna, diprediksi akan menyandang gelar legendaris seperti Dragon Knight. Namun, saat cahaya merah muda pucat muncul menggantikan pendar emas yang diharapkan, seluruh aula terdiam sebelum akhirnya meledak dalam tawa penghinaan. Alih-alih pedang pusaka, Raka justru mendapatkan sebuah botol susu plastik dengan Class pengasuh bayi peringkat F: Babysitter. ​Kehancuran reputasi Raka terjadi dalam sekejap; dari harapan bangsa menjadi bahan lelucon publik dengan skill konyol seperti "Ganti Popok Instan." Sementara dua sahabatnya, Elena dan Tama, melesat menjadi pahlawan Rank SS, Raka harus menelan pil pahit menghadapi kenyataan bahwa dunia sihir dan pedang seolah tidak memiliki tempat bagi seorang pengasuh. Namun, di balik nama kelas yang dianggap remeh, tersimpan anomali sistem yang tidak disadari siapapun. Botol susu di tangannya bukanlah sekadar alat bantu bayi, melainkan artefak dengan potensi pertumbuhan tanpa batas yang mampu menjinakkan entitas paling berbahaya sekalipun.
Fantasi
10209 viewsOngoing
Read
Add to library
Penolakan Ke-99 Kali yang Membekas

Penolakan Ke-99 Kali yang Membekas

Ketika suamiku, Rocco dari Keluarga Fauzian, menutup teleponku untuk ke-99 kalinya, aku menyeret tubuhku yang sudah berada di tahap akhir leukemia melangkah masuk ke kantor penasihat hukum keluarga. "Selamat siang, saya ingin mengajukan perceraian." Namun, sepuluh menit kemudian Rocco sudah menerima kabar itu dan menerobos masuk bersama keluargaku. Pemimpin keluarga itu baru masuk, lalu langsung menamparku. "Demi mengacaukan pesta kenaikan jabatan Sofia, kamu menyalahgunakan nomor komunikasi darurat? Otakmu taruh di mana?" Laporan diagnosis yang kugenggam, direbut paksa oleh ibuku. Dia melirikku lalu mencibir sambil tertawa sinis. "Pura-pura sakit untuk cari simpati, cuma supaya kami memperhatikanmu. Claire, dari kecil sampai besar, berapa banyak kebohongan yang sudah kamu buat?" Sofia menarik lengan Rocco sambil menahan tangis. "Maafkan aku, Kak Claire. Aku seharusnya nggak menerima kenaikan jabatan itu. Kumohon, jangan sakiti dirimu dan Rocco lagi!" Aku menyeka darah yang terus mengalir di sudut bibirku, lalu kembali menghadap pengacara. "Aku sudah nggak punya keluarga lagi. Demi tidak menunda proses kremasi jenazahku tiga hari lagi, tolong bantu selesaikan proses perceraian secepatnya."
Short Story · Mafia
7.8K viewsCompleted
Read
Add to library
Sayangnya Tak Ada Kata Andaikan

Sayangnya Tak Ada Kata Andaikan

"Bu Juvena, apa Anda yakin ingin menayangkan foto dan video Pak Silvano dengan Nona Marisha pada hari pernikahan?" Juvena terhenti sejenak, lalu dengan tegas menjawab, "Aku yakin." "Oh ya, sekalian bantu aku urus visa. Pada hari pernikahan aku harus ke luar negeri, jangan sampai ada yang tahu." Setelah menutup telepon, Juvena berdiri lama di dalam kamar. Pagi ini saja, Juvena menemukan rumah kecil tempat tinggal tunangannya bersama cinta pertamanya. "Marisha, kalau kamu sungguh tak rela aku menikah, sebulan lagi datanglah. Rebutlah aku, dan jadilah pengantinku!" Begitu sampai di pintu, Juvena mendengar Silvano menyerukan kalimat itu kepada Marisha. Detik berikutnya, keduanya tak bisa menahan diri dan saling berciuman. Melihat adegan itu, jantung Juvena hampir meledak. Dia menahan diri untuk tidak menerobos masuk, lalu berbalik dan pergi. Pada saat itu juga, dirinya telah diam-diam membuat keputusan yang akan mengejutkan semua orang. Di hari pernikahan sebulan kemudian, sebelum rencana mereka untuk merebut pengantin terjadi ... Juvena akan kabur dari pernikahan!
Short Story · Romansa
31.9K viewsCompleted
Read
Add to library
Amorem Te Odium

Amorem Te Odium

Indraqilasyamil
Valencia dan Farhan tidak minta dilahirkan ke dunia, dia juga tidak menyesal atas kehidupannya. Dua puluh lima tahun silam bertepatan memperingati Maulid Nabi lahirlah seorang putri kecil dengan perjuangan seorang Ibu. Selvi Pujiastuti berjuang seorang diri untuk melahirkan anaknya di bantu orang-orang baik yang menolongnya Jarwi, Pak kades beserta Dokter Arini. Bayi itu lahir dengan selamat dan di beri nama Valencia Novrianto Permana. Valencia sangat merindukan Ayahnya namun Selvi selalu menutupi kebenaran yang terjado. Saat Valencia remaja dia selalu menjadi pusat perhatian oleh teman-teman sekolahnya. Valencia selalu berdua dengan sahabatnya Jordi. Saat dia menginjak remaja bertemu dengan Farhan Putra Bramasta. Mereka saling mencintai. Hingga mereka harus menemukan kenyataan pahit. Ketika mereka berencana menikah, semua fakta mulai terkuak. Valencia harus memilih meninggalkan Farhan. Dengan suatu Fakta yang membuat mereka tidak dapat bersatu, membuat Valencia yang tadinya mencintai tetapi semua itu akhirnya hanya untuk membeci. Valencia memutuskan menikah dengan Jordi dan merubah persahabatan menjadi Cinta. Bagaimana nasib Farhan apakah dia tetap hidup? Apakah Valencia akan memaafkan Ayahnya? Amorem te Odium ( Mencintai untuk Membenci) @indraqilasyamil
Romansa
103.2K viewsOngoing
Read
Add to library
PREV
1
...
131415161718
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status