Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
99 Kali Lamaran Berakhir Jadi Prank

99 Kali Lamaran Berakhir Jadi Prank

Di hari jadi kelima kami, Jeksen berlutut di tengah ucapan selamat semua orang. “Reiny, maukah kamu menikah denganku?” Namun, wajahku tetap datar tak berekspresi. Sesuai dugaan …. Detik berikutnya, Jeksen melempar cincin di tangannya, membakar gaun pengantin, dan menghancurkan seluruh dekorasi lamaran. Teman masa kecil kesayangannya tertawa terbahak-bahak melihat semua ini. Ini bukan pertama kalinya. Jeksen sudah melamarku 99 kali. Semuanya hanya demi membuat sang teman masa kecil yang depresi itu tertawa. Teman-temannya bersorak sambil mengejek, “Kenapa kali ini Kak Reiny malah sok jual mahal? Cepat terima dong!” “Kami mau lihat kamu ketakutan sampai menangis lagi!” Hatiku tenang, tanpa riak. Aku pun berkata dengan suara datar, “Maaf, aku sudah bertunangan. Baru dua hari yang lalu.” Jeksen tertegun sejenak, lalu mencibir, “Selain aku, siapa lagi yang mau sama kamu?” Semua orang tertawa keras, bahkan mulai bertaruh kapan aku bisa mendapatkan pasangan untuk nikah. Tapi mereka tidak tahu …. Begitu mendengar aku dilamar, pasanganku langsung bergegas kemari untuk merebutku kembali. Sekarang dia sudah dalam perjalanan ….
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai bersorak sorai
Baca
+Pustaka
Mantanku Panik Setelah Pengunduran Diriku

Mantanku Panik Setelah Pengunduran Diriku

Setelah mengumumkan pengunduran diri, banyak orang bersorak dan sangat setuju. Hanya pacarku yang terlibat gosip dengan seorang pria bernama Sherwin, seorang musisi jenius yang tidak setuju. Di depan banyak wartawan, pria itu berpura-pura peduli. “Semua ini salah paham. Kak Yonatan adalah musisi berbakat yang tak tergantikan di dunia musik. Aku berharap dia bisa kembali berkarya.” Aku mematikan ponsel dan mengabaikannya. Di kehidupan sebelumnya, karya dan laguku sama persis dengannya. Netizen menyebutku plagiat, bahkan mengutuk seluruh keluargaku. Aku tidak terima dan membuktikan proses pembuatan laguku, tapi tetap saja kalah dengan waktu rilis lagunya. Lagu barunya dirilis sepuluh menit lebih cepat dariku. Hanya karena sepuluh menit itu, netizen mengirimkan karangan bunga dan foto pemakamanku, bahkan ada yang datang ke rumahku untuk menyiram cat. Selama beberapa tahun, perundungan media yang terus-menerus membuatku mengalami depresi. Orang tuaku menghabiskan semua harta mereka untuk membersihkan namaku, tetapi akhirnya mereka dibakar hidup-hidup oleh penggemar fanatik. Pada hari Sherwin memenangkan Golden Melody Awards untuk ciptaan lagunya, aku melompat dari gedung tinggi. Tak kusangka, saat membuka mata lagi, aku terlahir kembali.
6.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai bersorak sorai
Baca
+Pustaka
Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!

Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!

Di tahun ketiga pernikahannya dengan Adrian Pranadipa, Shanaya Wirajaya akhirnya mengetahui siapa wanita yang sebenarnya dia cintai. Wanita itu adalah kakak iparnya. Di malam kematian sang kakak, Adrian sama sekali tidak peduli pada Shanaya yang berdiri di sampingnya, dan malah menjadi tameng hidup untuk kakak iparnya menerima tamparan telak. Shanaya sadar, alasan Adrian menikahinya hanyalah karena dia cukup penurut dan tahu diri. Dan kenyataannya, dia memang sangat tahu diri. Tahu diri sampai-sampai urusan perceraian pun tidak sampai mengusik Adrian sedikit pun. Adrian tidak tahu bahwa dia sudah memegang surat cerai. Adrian tidak tahu bahwa dia hampir menikah dengan pria lain. Di hari ketika Shanaya berhasil mengembangkan obat mujarab untuk kanker, seluruh dunia bersorak memujinya. Hanya Adrian yang berlutut dengan satu kaki, mata memerah penuh penyesalan memohon, "Shanaya, aku salah... bisakah kamu menoleh sekali saja kepadaku?" Dia dulunya adalah pria sempurna, lembut dan terhormat, mana mungkin dia bisa salah? Shanaya melangkah mundur. Di saat yang sama, pria yang dikenal sebagai sosok paling berkuasa, dingin, tak tersentuh, dan sulit didekati, menarik pinggangnya dengan mantap. Suara beratnya menggema, tegas dan penuh otoritas. "Maaf, dia sudah mau menikah. Dengan aku."
9.31.3M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29.4K kali sebagai bersorak sorai
Tampilkan Ulasan (144)
Baca
+Pustaka
Shinta Arsya
kok jadi ga seru lagi sih, kenapa harus diulur2 trs waktunya Lucien tau itu anaknya,, mau dibikin brp bab lagi,, 2 bab tambahan brp hari ini cuma jadi cerita utk memperpanjang bab aja ,, cerita yg ga penting,, kalo masih mau panjang dibikin season 2 nya aja dari pada ini tarik ulur tarik ulur trs
Sera
Alurnya bagus, tapi saat Shanaya diculik lagi ini sepertinya mengaburkan gambaran kekuasaan Lucien, masa sih Arkan kecolongan lagi, ini sedikit mengecewakan, berharap Author bisa muncul dipermukaan dgn next Bab yang lebih membahagiakan. Syg aj krn novel sebagus ini posisi larisnya malah makin turun.
Baca Semua Ulasan
Masa Silam yang Tak Bisa Kembali

Masa Silam yang Tak Bisa Kembali

Setelah delapan tahun di luar negeri, aku diundang pulang ke tanah air dengan bayaran besar, dan setelah seminar selesai aku bertemu mantan pacarku, Zavian. Zavian dengan inisiatif sendiri melamarku, ingin melanjutkan kembali hubungan kami. Seketika para mantan kolega di lembaga riset ikut bersorak, menunggu aku menangis haru lalu mengiakan. Bagaimanapun mereka semua tahu, dulu aku mencintai Zavian sampai bisa mengabaikan segalanya. Namun sepertinya mereka lupa, delapan tahun yang lalu, di konferensi peluncuran produk baru, pria itu menolak lamaranku dengan wajah dingin. Demi memastikan adik tingkatnya mendapat bonus, dia bahkan memfitnahku di depan ratusan kamera, menuduhku mencuri hasil kerja adik itu. Aku mati-matian membela diri. Namun di bawah bukti palsunya yang sempurna, aku benar-benar tak bisa menyangkal apa pun. Dia membiarkan adik tingkat itu membeli popularitas besar-besaran, menggerakkan hujatan massal di seluruh internet terhadapku. Hasil kerja kerasku selama bertahun-tahun berubah menjadi noda hitam dalam hidupku. Hubungan cinta yang sudah lama terjalin menjadi bahan tertawaan. Sejak hari itu, aku hanya bisa kabur ke luar negeri dengan tergesa-gesa. Kini aku kembali, Zavian justru membawa cincin, berlutut dengan satu kaki di hadapanku, tersenyum tampan sambil berkata, "Semua itu sudah berlalu. Beberapa tahun ini amarahku juga sudah reda. Karena kamu sudah kembali, mari kita menikah." Namun dia tidak tahu, aku sudah menikah.
3.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai bersorak sorai
Baca
+Pustaka
Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Hari ketika aku memutuskan untuk mendonorkan tubuhku untuk kajian ilmiah, keluargaku justru berkumpul mengelilingi adik angkatku, Halida, merayakan diterimanya dia dalam sebuah program perawatan eksperimental paling canggih. Seharusnya akulah yang menderita kanker otak. Tapi Halida menggunakan posisi suamiku, Zafran, di rumah sakit untuk menukar catatan medisnya yang sehat dengan diagnosis terminalku, merebut satu-satunya kesempatan yang kupunya untuk bertahan hidup. Dan bagian terburuknya, semua orang bersorak mendukungnya. Rasanya sakit sekali. Aku berusaha tetap kuat, sampai tanpa sengaja mendengar para perawat berbisik, "Bagus sekali Dokter Zafran bisa mengamankan tempat itu untuk Halida. Mereka bilang dia hanya punya tiga hari lagi." Jadi, dalam 72 jam terakhir hidupku, aku perlahan melepaskan segalanya. Ketika aku memberikan naskah asli novel-novelku yang sudah kutuang seluruh hati dan jiwaku kepada Halida, ayah dan saudaraku menatapku dengan senyum puas. Ketika Zafran memutuskan untuk memenuhi permintaan terakhir Halida dengan menikahinya, dia menyerahkan surat cerai padaku. Aku menandatanganinya tanpa ragu sedikit pun. Dia menghela napas dan memuji aku karena akhirnya bisa berpikir begitu rasional. Dan ketika akulah yang membujuk putri kami, Olivia untuk memanggil Halida Ibu, Olivia justru berseri-seri mengatakan bahwa ibu barunya adalah yang terbaik. "Jangan khawatir." Zafran menenangkanku. "Kami hanya menjaganya untuk sementara. Setelah dia tiada, semuanya akan kembali padamu." Aku memberikan pada Halida segalanya yang kupunya, persis seperti yang mereka mau. Lalu kenapa, ketika mereka akhirnya tahu semua ini hanyalah kebohongan kejam Halida, mereka datang padaku sambil menangis, berkata akulah yang mereka inginkan sejak awal?
7.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai bersorak sorai
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status