REINKARNASI SANG PUTRA SURGAWI
KEZHIA ZHOUmata seperti ada kilatan cahayaom om apa yang pagi siang malam ke lautcerpen ketika laut marahtangisan laut berdarah
Dan yang paling bergantung pada Lucan.
Ia bangkit dari ranjang, langkahnya tenang namun penuh keyakinan. Tirai jendela besar disibaknya. Lampu kota Seoul membentang luas di hadapannya—lautan gedung, lampu, dan kehidupan manusia yang tidak menyadari apa pun tentang makhluk surgawi yang berdiri di atas mereka.
“Lucan…” katanya lagi, kali ini lebih jelas.
“Aku akan menemukanmu.”