Jerat Dendam Sang Pewaris
ucap Liam, kali ini tangannya melepaskan Lily, hendak menyambar apapun di depannya untuk melempar pria itu.
Pria itu tertawa riang. “Tenang, aku pergi sekarang. Lagipula aku sudah puas merekam kalian berdua,” ujarnya. Ia dengan cepat berjalan keluar dan menutup pintu sekencang-kencangnya.
“Sial, dia ngerekam apaan?” batin Lily. Wajahnya dipenuhi kekhawatiran.
“Tenang, sayang. Nanti aku rebut ponselnya Brian. Gak boleh ada yg macam-macam sama kamu,” ujar Liam menenangkan Lily. Memeluknya lagi erat-erat.