Urusan Terlarang
Aku yang kini sudah mulai bisa membuka mata pun hanya bisa melihat pakaianku yang sebagian besar sudah basah terkena siraman air hingga terlihat tembus pandang dengan jelas ke dalam bra bewarna hitam yang aku kenakan sebagai pakaian dalamku.
"Terima kasih, Becks." Ucapku yang bermaksud untuk menyindirnya.
"Tetapi debunya sudah keluar dari matamu, bukan?"
"Ya, tentu saja. Dengan pakaianku yang sudah basah seperti ini, tentu debunya juga sudah keluar."
"Huftt..., syukurlah,". "Kau bisa memakai kemejaku."
"Tidak perlu." Tolakku disaat ia sudah melepas kemeja yang dijadikan luaran pakaiannya itu, dan hendak diberikan kepadaku.
Hot Chapters