Murid Kesayangan
Dia seperti sedang terpana pada seseorang yang dia kagumi.
"Bukan apa-apa, Josephine. Kalau kita bisa berbuat baik, kenapa tidak kita lakukan. Hidup cuma sekali, kalau bukan untuk berguna bagi orang lain, mau jadi apa?" kataku. Lagi, aku menikmati jus alpukat yang lezat. Tidak terlalu manis, tidak eneg. Benar-benar pas di lidahku.
Mata Josie kembali menghujam padaku. Aku tidak tahu bagaimana menjelaskan pandangan itu. Berbeda, tidak seperti hari-hari yang sebelumnya. Kenapa jantungku makin kuat berdetak?