Bunga yang Gugur, Mekar Kembali di Musim Baru
Saat usia kehamilan Rania Kavi menginjak empat bulan, suaminya, Aris Wijaya, tiba-tiba membawa sekretaris mudanya pulang ke rumah.
"Rania, keluarganya Ghea lagi ada masalah. Aku nggak tenang kalau dia sendirian di rumah, jadi biar dia menginap di sini dulu beberapa hari. Kamu 'kan lagi hamil empat bulan, dia juga sudah tujuh bulan. Kalian bisa saling nemenin."
Gadis itu tampak baru berusia awal dua puluhan, wajahnya sangat cantik dengan sepasang mata jernih yang menatap Rania dengan perasaan sungkan.
Rania setuju. Selama dua bulan berikutnya, Rania memperlakukannya dengan sangat baik hingga gadis itu merasa sangat terharu.
"Kak Rania, kamu baik sekali. Krim wajah sebagus ini pun kamu berikan padaku."
"Tentu saja, kita 'kan sudah seperti saudara. Kalau punya barang bagus, ya harus dibagi, 'kan?"
Akan tetapi, Rania tidak pernah menyangka bahwa maksud berbagi bagi Ghea Pandya ternyata mencakup suaminya sendiri, Aris.
Rania menyaksikan adegan memuakkan itu di area parkir rumahnya sendiri.
Kaca mobil itu setengah terbuka. Seorang wanita tampak duduk di pangkuan Aris dengan gerakan yang begitu liar.
Melihat ekspresi penuh gairah di wajah suaminya, Rania mematung di tempat. Dia nyaris tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat.
Aris selingkuh?