Hanya detak jam dinding di ruangan itu saja yang terdengar, dan sesekali suara semprotan pengharum ruangan ikut andil memecah kesunyian.
Rara lantas mengeluarkan sebuat
buku notes kecil yang sudah berisi catatan-catatan kecil yang dibuatnya selama berada di kantor ini. Di sana juga terdapat nama-nama yang ia curigai, dan perlu mendapat perhatian khusus.
"Bisa dipelajari dari catatan saya ini." Rara menyodorkan
buku notesnya.
Dika menerima
buku notes itu, dan mulai membuka satu demi satu lembaran kecil itu. Kedua netranya membeliak. Ia sesekali menatap Rara lalu kembali lagi ke
Hot Chapters