Kepincut Janda Tetangga
" Allahumma baariklanaa fiimaa rozaqtana, wa qinaa a'dzaa bannar, Aamin."
"Hahahaha ..." Devit terbahak.
"Itu doa mau makan, bukan doa mau tidur," ucap Devit lagi sambil memegang perutnya yang sakit menahan tawa. Sedangkan Juwi menunduk, sudah kalah malu, karena dengan percaya dirinya, membaca doa yang salah.
"Gemeess Abang tuh, Dek!" Devit mencubit pipi Juwi gemes.
"Abang ajarin doa mau tidur ya?"