Pesugihan Kandang Bubrah
Semua detail menjadi lebih jelas: suara daun jatuh, derit kursi kayu, bau kayu bakar dari dapur tetangga.
Ia membuka buku catatannya. Buku itu sudah usang, sampulnya robek, halaman-halamannya dipenuhi tulisan tangan dan coretan masa lalu. Di sana ada nama-nama yang akrab: Dimas, Arif, Jatinegara kecil, dan beberapa yang sudah lama tak disebut.
Setiap nama menyimpan dunia. Dan setiap dunia itu seperti ruang di kepalanya, yang bisa ia kunjungi hanya lewat ingatan.