Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Perebutan Gaun Pertunangan yang Berakhir Tragis

Perebutan Gaun Pertunangan yang Berakhir Tragis

Aku tumbuh besar di luar negeri. Ibuku takut aku akan mencarikannya menantu orang asing. Jadi, dia mengaturkan tunangan yang tampan dan berbakat untukku di ibu kota, juga memintaku untuk pulang dan bertunangan. Aku pergi ke sebuah toko barang mewah untuk memilih gaun pertunangan, lalu jatuh cinta pada sebuah gaun panjang tanpa tali berwarna krem. Ketika aku hendak mencobanya, wanita di sebelahku melirik gaun di tanganku dan berkata kepada pramuniaga, "Model gaun ini cukup unik. Aku mau coba." Si pramuniaga langsung merampas gaun itu dari tanganku dengan kasar. Aku pun berkata dengan kesal, "Segala sesuatu harus ada urutannya. Aku yang duluan lihat gaun ini. Kalian nggak punya aturan?" Namun, wanita itu menatapku dengan penuh penghinaan dan menjawab, "Gaun ini harganya 376 juta. Mana mungkin orang miskin sepertimu mampu membelinya? Aku ini adik angkat Nicholas Kurniadi, presdir Grup Kurniadi. Di ibu kota, cuma Keluarga Kurniadi yang berhak tetapkan 'aturan'!" Kebetulan sekali! Bukankah Nicholas itu tunanganku? Aku langsung menelepon Nicholas dan bertanya, "Adik angkatmu rebut gaun pertunanganku. Gimana kamu mau selesaikan masalah ini?"
Baca
Tambahkan
Pembalasan Untuk Suami Mati Palsu

Pembalasan Untuk Suami Mati Palsu

Saat kabar kematian suami asuh itu datang, aku tidak menangis dan tidak buat keributan. Aku justru segera menarik kembali saham miliknya dan mengurus surat kematian. Aku melakukan semua itu karena aku telah terlahir kembali. Di kehidupan sebelumnya, ayah khawatirkan aku, putri keluarga terkaya akan menderita setelah menikah. Sehingga beliau memilihkan tiga orang suami asuh, lelaki yang sejak kecil dibesarkan untuk menjadi pendampingku. Dari ketiganya, aku memilih Kevin yang paling menonjol untuk jadi suamiku, tetapi baru tiga hari setelah pernikahan, dia tiba-tiba meninggal mendadak. Dalam kesedihan, atas bujukan dua orang lainnya, aku memadamkan niat untuk menikah lagi dan menjalani hidup sebagai janda hingga akhir hayat. Namun, pada usia 80 tahun, ketika aku kembali ke Provens, tempat kenangan cinta kami, aku justru melihat Kevin yang telah mati 60 tahun lalu. Dia hidup bersama pengasuhku yang dulu menghilang, dikelilingi anak dan cucu dan menikmati kehidupan yang begitu bahagia. Aku menyadari telah ditipu seumur hidupku. Amarah membuat pandanganku menggelap, lalu aku meninggal akibat pendarahan otak. Ketika kembali membuka mata, aku mendapati diriku telah kembali ke hari saat kabar kematiannya pertama kali datang. Aku ingin melihat sendiri bagaimana seorang mayat tanpa nama dan identitas bisa terus hidup.
Baca
Tambahkan
Pengantin Bos Mafia

Pengantin Bos Mafia

Aku dipilih menjadi tunangan Alexander, pewaris keluarga Mafia. Tapi di sebuah gala keluarga, Alexander terlihat jelas didekati oleh Kiara, putri seorang pedagang senjata. Kiara berbeda dari gadis terpandang yang selalu patuh pada aturan. Ia menerobos jalan-jalan dengan mobil sport yang dimodifikasi, memotong cerutunya dengan pisau tempur militer, dan meneguk wiski paling keras begitu saja. Ada keganasan liar dalam dirinya, sebuah api yang membuat Alexander tak bisa mengalihkan pandangannya. Ia mengeluh pada para tetua keluarga, "Bagaimana mungkin seorang wanita seperti itu bisa menjadi Nyonya Besar kita dan mengatur seluruh keluarga ini?" Kata-katanya penuh cemoohan atas kecerobohan Kiara, tapi matanya tetap terpaku padanya, mengikuti setiap gerakannya saat ia mengangkat gelas. Lalu, di ulang tahun Alexander, ia mengumumkan niatnya menjadikan Kiara selirnya. Kiara menolak. "Wanita di keluargaku adalah istri, bukan selir. Dan hati suamiku hanya boleh jadi milikku." Alexander datang padaku, suaranya ragu. "Alana, ini hanya soal gelar. Aku butuh kamu memberikannya pada Kiara. Tolonglah? Dia tidak mengerti tradisi keluarga kita, dan sekarang dia sedang membuat keributan soal pernikahan denganku. Kita hanya perlu menenangkannya untuk sementara. Meskipun dia nanti menikah denganku, kamu tetap yang akan mengurus urusan keluarga." Saat aku berdiri mencoba gaun pengantin, manik kristal tajam di bagian atas gaun menusuk jariku. Setetes darah mekar di atas satin putih murni. Gaun itu pun rusak, tapi pernikahan harus tetap berlangsung. Jika aku tak bisa menjadi istri pewaris, maka aku akan menjadi wanita Bos Mafia.
Cerita Pendek · Mafia
6.7K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Aturanmu, Bukan Aturanku!

Aturanmu, Bukan Aturanku!

Aku adalah Isha, putri dari bos mafia nomor satu di Sisilia. Sejak kecil aku selalu memberontak. Ayah takut aku suatu hari bertindak gegabah dan menikah dengan orang yang tidak pantas, jadi dia langsung memberi perintah bahwa aku harus bertunangan dengan Luca, pewaris Keluarga Marino yang sedang naik daun. Meskipun ini pernikahan politik, setidaknya aku ingin memilih cincin yang kusukai. Oleh karena itu, aku menghadiri lelang keluarga mafia. Saat cincin permata penutup acara ditampilkan, aku mengangkat papan penawaran. Palu lelang bahkan belum jatuh ketika suara wanita yang arogan terdengar dari samping belakangku. "Gadis kampungan sepertimu berani ini menyaingiku? Empat miliar! Kalau tahu diri, cepat keluar sendiri." Tempat itu langsung hening selama beberapa detik, hanya terdengar suara rana kamera yang pelan. Aku menoleh dan melihat seorang wanita mengenakan gaun haute couture berwarna emas. Senyum santai menggantung di sudut bibirnya, seolah seluruh ruang lelang adalah panggung pribadinya. Belum sempat aku bicara, juru lelang sudah tergesa-gesa mengetukkan palu. "Terjual! Selamat kepada Nona Sophie yang berhasil mendapatkan cincin utama 'Bintang Abadi'!" Alisku mengerut dan amarahku membuncah. "Belum selesai dilelang sudah bisa diketuk? Tempat ini aturannya buruk sekali." Sophie berbalik dengan tatapan tajam, menilikku dari ujung sepatu hingga puncak kepala. "Aturan?" Dia mengejek, "Sayang, aku ini Sophie, adik angkat Luca, pewaris Keluarga Marino. Di sini, akulah aturan!" Aku tak bisa menahan tawa. Kebetulan sekali, Luca adalah nama tunanganku. Aku segera mengambil ponsel dan menekan nomor yang sudah kuhafal. "Luca,'adik angkatmu’ baru saja merebut cincin pertunanganku. Kamu mau gimana?"
Cerita Pendek · Mafia
25.3K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Usir Mantan Suami, Dia Dapat 6 Adik!

Usir Mantan Suami, Dia Dapat 6 Adik!

Simon meminum afrodisiak secara tidak sengaja dan berada dalam kondisi kritis. Sebagai dokter keluarga, aku dipaksa menjadi penawarnya. Aku pun langsung hamil karena rahimku subur. Setelah menikah dengannya, aku melahirkan sepasang anak kembar yang cerdas. Namun setelah menikah, Simon tidak mengizinkan anak-anak untuk memanggilnya ayah, dia menghabiskan sepanjang hari mabuk-mabukan sambil memandangi foto pujaan hatinya. Di tahun kesepuluh pernikahan kami, dia membakarku dan anak-anakku hidup-hidup hingga kami tewas di ruang bawah tanah. Rupanya, selama ini Simon membenciku dari lubuk hatinya karena aku pernah menyelamatkannya. Dia bersikeras bahwa aku sengaja campur tangan saat dia paling lemah hanya untuk mengaitkan diri dengan orang berkuasa. Hal itu membuat hubungannya dengan pujaan hatinya retak dan menyebabkan mental wanita itu rusak hingga meninggal dalam kecelakaan mobil. Ketika aku membuka mata, aku mendapati diriku kembali di hari Simon meminum afrodisiak. Kali ini, aku sengaja membiarkan wanita idamannya menyelamatkannya dan memilih untuk pergi ke ruang belajar...
Baca
Tambahkan
Menulis Surat Perpisahan di Malam yang Hening

Menulis Surat Perpisahan di Malam yang Hening

Pada hari pertama pernikahan kami, aku berkata kepada suamiku yang merupakan seorang presdir, "Aku nggak keberatan kalau kamu jatuh cinta sama orang lain kelak. Tapi kalau orang itu berani buat keributan di depanku, kamu nggak akan pernah melihatku lagi." Jadi, ketika suamiku itu jatuh cinta pada seorang guru perempuan di sekolah, dia hanya bisa menyembunyikannya. Dia memberikan apa pun yang diinginkan wanita itu, tetapi melarangnya muncul di depanku. Hanya saja, wanita simpanan itu malah sangat tidak patuh mentang-mentang dimanjakan suamiku. Dia yang hamil malah membual di hadapanku. "Yudha sendiri yang bilang dia nggak pernah mencintaimu. Dia menikahimu cuma demi dapatkan keuntungan dari Keluarga Lorandi. Lebih baik kamu gugurkan kandunganmu dan bercerai dengannya secepat mungkin. Kalau tunggu sampai Yudha mencampakkanmu, kamu nggak akan dapatkan sepeser pun!" Aku tersenyum dan menghubungi nomor ayahku. "Tarik investasi untuk Grup Cengkara! Aku mau cerai."
Baca
Tambahkan
18 Kali Gagal Nikah

18 Kali Gagal Nikah

Tiga tahun setelah menggelar resepsi pernikahan, suamiku yang merupakan seorang pilot sudah 18 kali membatalkan rencana pendaftaran pernikahan kami. Pertama kali karena murid perempuannya sedang uji terbang, aku menunggunya di depan Kantor Catatan Sipil seharian. Kedua kali karena dia menerima telepon dari murid perempuannya dan buru-buru pergi, dia bahkan menurunkanku di pinggir jalan. Kemudian, setiap kami akan mendaftarkan pernikahan, murid perempuannya akan mengacaukan rencana kami. Akhirnya, aku memutuskan untuk meninggalkannya. Namun, setelah aku menaiki pesawat menuju Doma, dia malah nekat mengejarku ke Doma.
Baca
Tambahkan
Akupun Menandatangani Namanya

Akupun Menandatangani Namanya

Perjanjian antar keluarga memaksa tunangan aku, Marvin Kurniawan, untuk menikah dengan aku. Orang tuaku telah meninggal. Sementara dia tergila-gila dengan Irma Fasnitan, putri dari musuh keluarga kami. Pada akhirnya, Marvin menelan seluruh kekaisaran keluargaku dan membuang aku ke dalam bahaya. Ia memamerkan Irma di sisinya, seolah wanita itu adalah trofi atas kemenangan yang berhasil diraihnya. Dua puluh tahun kemudian, aku berada di ambang kematian. Putra kami sendiri, anak aku dan Marvin yang menggenggam racun itu. Dia berkata aku tidak berguna, dan ayahnya butuh kekuatan keluarganya Irma. Lalu saat membuka mata lagi, aku sudah hidup kembali. Kembali ke hari sumpah pernikahan aku. Kali ini, untuk menyelamatkan keluargaku, aku tidak akan menandatangani namaku di perjanjian itu. Aku menandatangani namanya, Irma Fasnitan. Sedangkan aku? Aku membawa lari seluruh harta warisan yang ditinggalkan orang tuaku dan menghilang. Kali ini, aku tidak akan menjadi orang bodoh yang sekarat demi pria yang tak pernah menjadi milikku.
Cerita Pendek · Mafia
5.4K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Istri yang menjadi Gundik

Istri yang menjadi Gundik

Setelah mengetahui bahwa aku hamil, aku dengan gembira pergi ke perusahaan suamiku untuk menambahkan bayi itu ke dalam daftar penerima asuransi. Lalu, aku melihat berkas suamiku. [Pasangan: Vivi Wisnutama.] [Anak-anak: Jovan Hariyono, Salsa Hariyono.] Aku tercengang. Manajer SDM mengatakan bahwa wanita itu adalah istri sahnya, pewaris sebuah grup hotel terbesar di Pantai Timur. Anak-anak mereka sudah berusia tujuh tahun. Saat itu, dunia terasa runtuh. Dia sudah punya istri, lalu bagaimana denganku? Aku ini apa? Kekasih selama lima tahun? Teman tidur gratis? Yang paling lucu adalah aku mengandung anaknya di dalam perutku. Seorang anak yang tidak akan pernah menerima pengakuan dari ayahnya. Anak haram. Aku mengangguk kosong, seluruh tenagaku terkuras. Kupikir suamiku selamanya adalah milikku. Tapi bahkan setelah kematian, marganya juga tidak akan ada di batu nisanku!
Baca
Tambahkan
Takdirku yang Kedua: Kembali ke Tahun 70-an

Takdirku yang Kedua: Kembali ke Tahun 70-an

Setelah gagal dalam ujian masuk perguruan tinggi, aku menikah dengan Logan Simpson dan bersusah payah mengurus dirinya selama 40 tahun. Namun, setelah dia meninggal, aku justru tidak diizinkan menghadiri pemakamannya. Selain itu, dia membagi separuh hartanya untuk anak-anak, dan separuhnya lagi diberikan kepada cinta pertamanya. Yang ditinggalkan untukku hanyalah satu kalimat. "Surat penerimaan yang kuambil darimu dulu, sudah kutebus dengan 40 tahun ini." Ternyata, saat itu aku bukan gagal ujian, melainkan surat penerimaanku telah diambil olehnya untuk diberikan kepada cinta pertamanya. Aku membuat keributan di pemakamannya, menuntut ketidakadilan selama 40 tahun ini, tetapi anak-anakku justru membenciku. "Ayah dan Bibi Eva memang ditakdirkan bersama, Ibulah yang menyelak dan merusak kebahagiaan mereka." "Kalau Ibu terus membuat keributan, jangan salahkan kami membuang Ibu di desa dan membiarkan Ibu hidup sebatang kara!" Aku akhirnya mati karena terlalu marah. Saat membuka mata kembali, aku sudah kembali ke tahun ketika aku mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Waktu itu, surat penerimaan masih dalam perjalanan, dan hidupku baru saja akan dimulai.
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
1415161718
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status