Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ketika Kekasih Masa Kecil Menggantikan Posisi Istri Rahasia

Ketika Kekasih Masa Kecil Menggantikan Posisi Istri Rahasia

Aku menikah diam-diam dengan Bos Matt. Setiap kali dia tidur dengan kekasih masa kecilnya, dia berjanji akan memberiku pernikahan sungguhan di depan lima keluarga. Selama lima tahun, Matt sudah berjanji padaku sebanyak 99 kali. Selama 99 kali itu pula, dia meninggalkanku di altar. Pertama kalinya, itu karena kucing pemenang penghargaan milik Cecilia mati. Untuk menghiburnya, Matt menunda pernikahan selama tiga bulan. Aku berdiri sendirian di altar dengan mata memerah dan berusaha menenangkan para tetua keluarga. Kedua kalinya, Cecilia mengamuk di kasino dan menghancurkan vas antik bernilai triliunan. Matt mengalihkan jet pribadi yang seharusnya digunakan untuk pernikahan dan bergegas ke tempat itu dalam semalam untuk membereskan kekacauannya. Setiap kali tepat sebelum pernikahan kami, kekasih masa kecilnya Matt itu pasti selalu mengalami keadaan darurat. Aku menangis, berteriak, dan bahkan menodongkan pistol ke kepala Matt. Namun, dia hanya menekanku ke dinding dan membungkamku dengan ciuman yang dingin serta kasar. "Dia itu cuma pelampiasan, kamu adalah Nyonya Tanjung sesungguhnya. Jaga sikapmu." Setelah yang ke-99 kalinya, aku akhirnya muak. Aku mendorong berkas itu melintasi meja. Dengan tinta yang masih basah, segel Keluarga Tanjung dicap di bagian bawah berkas itu. "Pernikahan kita, aliansi kita ... sudah berakhir."
Cerita Pendek · Mafia
9.0K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Mawar Kecil Beracun

Mawar Kecil Beracun

Di hari mencoba gaun pengantin, Levi sekali lagi menunda hari pernikahan kami. Alasannya adalah adik angkatnya baru saja putus cinta dengan pacarnya. "Neina baru saja putus, dia sedang butuh penghiburan. Pernikahan kita hanya akan membuatnya semakin sedih." Aku mengangguk setuju dan menanggalkan gaun pengantin itu dalam diam. Demi adik angkat yang dia besarkan sendiri itu, Levi sudah berulang kali menunda pernikahan kami. Pertama kali, adik angkatnya bertanya dengan air mata berlinang, "Kak, kalau kamu menikah dengannya, apa kamu nggak akan mau punya adik sepertiku lagi?" Hati Levi luluh. Dia bersumpah akan menunggu hingga adiknya lulus kuliah baru akan menikah. Kedua kalinya, saat sang adik sudah lulus kuliah. Dia kabur dari rumah dan meninggalkan sepucuk surat perpisahan. [Kak, aku nggak sanggup berpisah denganmu.] Levi berjanji, dia baru akan menikah setelah adiknya menemukan pasangan yang sesuai. Tahun demi tahun berlalu, penantianku menjadikanku bahan tertawaan di lingkaran pergaulan kami. Kali ini, aku tidak ingin menunggu lagi. Aku mengirimkan pesan singkat kepada Levi. [Ayo kita putus. Semoga kamu dan adik kecilmu itu hidup bahagia selamanya.]
Baca
Tambahkan
Seratus Kali Janji Palsu

Seratus Kali Janji Palsu

Hari pendaftaran pernikahan, aku menunggu di Kantor Catatan Sipil sejak pagi hingga langit gelap. Sementara itu, pacarku Soni malah menemani cinta pertamanya naik gunung. Aku meneleponnya belasan kali, tapi semuanya ditolak. Sampai telepon ke-20 baru dia mengangkat. "Sehari nggak ketemu aku saja kamu harus menelepon puluhan kali, mau nyawa aku diambil, ya? Kamu sebenarnya segitu kekurangan lelaki, ya?" "Yeni lagi nggak enak badan, jantungnya kambuh. Aku harus jagain dia di rumah sakit. Urusan nikah, lain kali saja." Sepuluh tahun bersama, ini sudah ke-100 kalinya Soni meninggalkanku sendirian di depan Kantor Catatan Sipil demi perempuan itu. Untuk ke-101 kalinya, dia hanya meninggalkan pesan. [Sayang, jam sepuluh ketemu di Kantor Catatan Sipil.] Aku menahan tawa dingin, mengabaikan pesannya, lalu melangkah naik ke pesawat menuju luar negeri. Soni, kali ini aku tidak akan memilihmu lagi. Pria yang biasanya selalu terlihat tenang itu, begitu tahu aku pergi, benar-benar kehilangan kendali menggila.
Baca
Tambahkan
Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana

Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana

Orang terkaya di seluruh dunia, Yanto, terkenal sebagai seseorang yang gila kerja. Selama lima tahun menikah dengannya, entah sudah berapa kali Veronica ditinggalkannya karena urusan pekerjaan. Untuk yang pertama kalinya, yaitu saat ulang tahun Veronica. Dia sudah memesan restoran dengan penuh perhatian, tetapi Yanto malah tiba-tiba terbang ke luar negeri demi sebuah akuisisi dan membiarkannya menunggu dari siang hingga malam. Untuk yang kedua kalinya, yaitu saat Veronica mengalami kecelakaan mobil. Nyawanya berada di ujung tanduk dan membutuhkan tanda tangan dari keluarga. Dengan sisa tenaganya, dia mengirim pesan pada Yanto. Namun, Yanto hanya berkata dengan dingin, "Aku sedang membicarakan urusan yang sangat penting. Kamu urus saja sendiri." Untuk yang ketiga kalinya, yaitu saat ayah Veronica dalam kondisi kritis. Pria tua itu menahan napas terakhir karena ingin bertemu dengan Yanto, tetapi dia tidak bisa datang tepat waktu karena sibuk dengan upacara penandatanganan proyek bernilai 200 triliun. Saat menggenggam tangan ayahnya yang perlahan-lahan menjadi dingin sambil mendengar nada sibuk di seberang telepon, hati Veronica pun benar-benar membeku. Setelah ditinggalkan sekali demi sekali, Veronica akhirnya mengerti. Di hati Yanto, tidak ada hal atau siapa pun yang bisa menandingi kerajaan bisnisnya.
Baca
Tambahkan
Kali Kesembilan Dia Pergi

Kali Kesembilan Dia Pergi

Tiga tahun setelah aku menjalani pernikahan yang diatur dengan pewaris Keluarga Wiranegara, orang yang pernah pergi, kembali lagi. Sudah delapan kali dia meninggalkanku demi Julisa. Kali ke-sembilan, dia meninggalkanku bersimbah darah di pinggir jalan akibat tembakan, hanya untuk lari menemui Julisa yang meneleponnya karena merasa sedikit pusing. "Dia membutuhkanku. Kamu mengerti, 'kan, Kirana?" Kali ini, aku tidak berjuang untuknya. Dia tidak tahu tentang taruhan yang kubuat dengan Julisa. Kali ke-sembilan dia meninggalkanku, aku yang akan pergi untuk selamanya. Jadi, pada hari ulang tahunnya, aku meletakkan selembar akta cerai yang sudah ditandatangani di mejanya, lalu naik pesawat meninggalkannya.
Cerita Pendek · Mafia
4.1K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Pengkhiatan yang Tak Pernah Diduga

Pengkhiatan yang Tak Pernah Diduga

Pada hari yang telah dijanjikan untuk mencoba gaun pengantin bersama pemimpin mafia yang telah berpacaran denganku selama tujuh tahun, Raul Ghazali, aku membawa laporan pemeriksaan kehamilan dengan perasaan bahagia dan bergegas menuju butik pengantin. Namun, aku tanpa sengaja mendengar percakapannya dengan orang kepercayaannya. "Kemarin aku mendaftarkan pernikahan dengan Joanne hanyalah langkah darurat. Kakakku tewas dalam baku tembak antar-geng, dan dia mengandung satu-satunya anak dari Keluarga Ghazali. Kalau aku nggak memberinya status, dia dan anak itu nggak akan bisa bertahan hidup di Keluarga Ghazali." "Semua orang akan menindas mereka." Dia menjepit cerutu di antara jemarinya, suaranya dingin dan keras, tetapi terselip sedikit ketidakberdayaan. "Selain status, aku nggak bisa kasih Rivela apa pun. Tapi yang lain, aku bisa memberikan semuanya, cintaku, uangku. Hal ini sama sekali nggak boleh ketahuan sama dia." Aku menggenggam erat kertas hasil pemeriksaan kehamilan itu, hatiku seketika mati rasa. Aku meminta sahabatku membantuku mendaftarkan identitas baru, memastikan Raul tidak akan pernah bisa menemukanku lagi, lalu menghilang dari dunianya. Karena dia tak mampu memberiku dan anakku sebuah keluarga yang utuh, maka hubungan yang tercampur antara tanggung jawab dan kebohongan ini lebih baik diputuskan sampai di sini.
Cerita Pendek · Mafia
4.9K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Lima Tahun yang Tiada Artinya

Lima Tahun yang Tiada Artinya

Kami sudah menikah selama lima tahun. Suamiku, Derrick, pergi dinas selama setengah tahun, lalu membawa pulang cinta pertamanya, Syifa. Syifa sudah hamil lebih dari tiga bulan dan Derrick bilang hidupnya tidak mudah, jadi akan tinggal di rumahku untuk sementara waktu. Aku menolak, tetapi Derrick malah memintaku untuk jangan bersikap tidak tahu diri. Nada bicaranya penuh rasa jijik, seolah-olah dia lupa vila ini adalah bagian dari mas kawinku. Selama ini, mereka sekeluarga menggunakan uangku. Kali ini, aku memutuskan untuk menghentikan semua sokongan hidup itu. Sambil tersenyum, aku menelepon asisten. "Segera buatkan aku surat perjanjian cerai. Seorang menantu pecundang saja berani terang-terangan membawa selingkuhan pulang ke rumah."
Cerita Pendek · Romansa
40.4K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Kali Ini, Aku Pilih Pergi

Kali Ini, Aku Pilih Pergi

Pada hari libur semester, unggahan di status WhatsApp yang paling viral adalah tentang diriku. Judulnya adalah, "Pak Bondan membawa putranya untuk merayakan ulang tahun cinta sejatinya. Apakah dia akhirnya berencana bercerai dengan Sofia Jayadi?" Aku diam-diam menyukai postingan itu. Saat ponselku berdering, aku sedang membongkar balon-balon yang telah disiapkan untuk hari jadi pernikahan. "Sayang," ujar suamiku dengan terburu-buru, ingin memberikan penjelasan. "Anak kita tiba-tiba merengek ingin pergi ke taman bermain, jadi aku ...." Di latar belakang, terdengar suara tawa anak kami. "Ayah, Bibi bilang kalau malam ini aku bisa tidur dengannya!" Aku menatap rumah yang berantakan ini. Balon-balon tampak terkulai lemas, sementara krim di atas kue sudah mengeras. "Kamu nggak perlu menjelaskan." Aku mendengar diriku berkata, "Aku memahami semuanya." Hanya saja, kali ini semuanya akan berbeda. Aku tidak menginginkan ayah dan anak ini lagi.
Baca
Tambahkan
Meninggalkan Primadona yang Kucintai 3 Tahun

Meninggalkan Primadona yang Kucintai 3 Tahun

"Ayah, Ibu, aku setuju kuliah di luar negeri." Ketika mendengar putri mereka akhirnya setuju, orang tua yang berada jauh di sana pun merasa lega. "Fellis, akhirnya kamu ngerti. Ayah dan Ibu senang sekali. Kamu buat persiapan ya. Kami akan segera mengatur semuanya untukmu. Sebulan lagi, keluarga kita akan berkumpul kembali." Berbeda dengan orang tuanya yang berbahagia, nada bicara Fellis justru terdengar sangat datar. "Ya, aku tahu." Setelah berbasa-basi sesaat, panggilan diakhiri. Di luar jendela gelap gulita. Fellis tidak menyalakan lampu. Matanya merah, tetapi tidak ada emosi yang terpancar.
Baca
Tambahkan
Tiga Hari Terakhirku sebagai Wanita Sempurna

Tiga Hari Terakhirku sebagai Wanita Sempurna

Dokter mengatakan, tanpa terapi sel terbaru, aku hanya bisa hidup selama 72 jam. Namun, Tommy Harper memberikan satu-satunya kuota pengobatan itu kepada Anna Wilson. "Gagal ginjalnya lebih parah," ujar Tommy. Aku mengangguk, lalu menelan pil putih yang akan mempercepat kematianku. Dalam sisa waktu itu, aku melakukan banyak hal. Saat penandatanganan, tangan pengacara gemetar. "Saham senilai empat triliun ini, Anda benar-benar akan mengalihkan semuanya?" Aku menjawab, "Ya, berikan pada Anna." Putriku, Clarisa, tertawa bahagia dalam pelukan Anna. "Ibu Anna membelikanku gaun baru!" "Bagus sekali, nanti dengarkan perkataan Ibu Anna, ya," ujarku. Galeri seni yang kudirikan dengan tanganku sendiri, berganti nama menjadi milik Anna. "Kakak, kamu terlalu baik," ujarnya sambil menangis. Aku menjawab, "Kamu akan mengelolanya lebih baik dariku." Bahkan aku telah menyerahkan hak atas dana perwalian orang tuaku. Tommy akhirnya menampilkan senyuman tulus pertamanya selama bertahun-tahun. "Sofie, kamu sudah berubah. Kamu nggak lagi galak. Kamu yang seperti ini, sungguh cantik." Benar, aku yang sekarat ini akhirnya menjadi Sofie Barnes yang sempurna di mata mereka. Sofie yang patuh, dermawan, dan tidak pernah membantah. Hitungan mundur 72 jam telah dimulai. Aku sangat penasaran, ketika detak jantungku berhenti, apa yang akan mereka ingat tentangku? Apakah aku akan diingat sebagai istri baik yang akhirnya belajar melepaskan, atau sebagai seorang wanita yang menyelesaikan balas dendamnya dengan kematian?
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
3233343536
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status