로그인"Ayah, Ibu, aku setuju kuliah di luar negeri." Ketika mendengar putri mereka akhirnya setuju, orang tua yang berada jauh di sana pun merasa lega. "Fellis, akhirnya kamu ngerti. Ayah dan Ibu senang sekali. Kamu buat persiapan ya. Kami akan segera mengatur semuanya untukmu. Sebulan lagi, keluarga kita akan berkumpul kembali." Berbeda dengan orang tuanya yang berbahagia, nada bicara Fellis justru terdengar sangat datar. "Ya, aku tahu." Setelah berbasa-basi sesaat, panggilan diakhiri. Di luar jendela gelap gulita. Fellis tidak menyalakan lampu. Matanya merah, tetapi tidak ada emosi yang terpancar.
더 보기الجزء الأول: غيبوبة الورد.. وصدمة الواقع
كانت الشمس تميل للغروب، مرسلةً خيوطها الذهبية لتداعب زجاج نافذة الشقة رقم (4). في الداخل، لم يكن منير مجرد موظف حسابات عاد، بل كان "فارس الرومانسية الأخير". كان يقف أمام المرآة، يضبط ربطة عنقه ويرش عطراً فرنسياً، بينما يحمل في يده اليمنى وردة حمراء جورية، وفي اليسرى ديوان شعر لـ "نزار قباني". منير لا يرى الحياة أرقاماً وخصومات، بل يراها قصيدة لم تُكتب بعد. اليوم هو ذكرى "أول مرة اشتروا فيها طقم فناجين قهوة معاً"، وبالنسبة لمنير، هذه مناسبة تستحق احتفالاً يضاهي حفلات "غاستسبي العظيم". أطفأ الأنوار، أشعل ثلاث شموع برائحة لافندر (اشتراها بخصم 50% لكنه لم يخبر أحداً)، وشغل موسيقى هادئة لبيتهوفن. جلس ينتظر "تهاني"، شريكة العمر، ونبع "النكد" الذي لا ينضب. لحظة الاقتحام فُتح الباب فجأة. لم يكن فتحاً رقيقاً، بل كان يشبه اقتحام قوات الصاعقة لمخبأ سري. دخلت تهاني وهي تحمل أكياس الخضار، وصوت أنفاسها يعلو فوق سيمفونية بيتهوفن. تهاني: "يا ساتر يا رب! الكهرباء قطعت؟ قلت لك ألف مرة سدد الفاتورة قبل يوم عشرة!" منير (بصوت رخيم كأنه في فيلم أبيض وأسود): "تهاني.. حبيبتي.. ليس ظلاماً، بل هو العناق بين الضوء والظل. انظري للشموع، إنها تحترق من أجلك." توقفت تهاني مكانها، ونظرت للشموع ثم نظرت لمنير، ولم تلمح في عينه بريق الحب، بل لمحت "مخاطر الحريق". تهاني: "تحترق من أجلي؟ هذه تحترق من أجل فاتورة الغاز التي ستزيد لأننا سنضطر لغسل مفرش المائدة من قطرات الشمع هذه! ثم ما هذه الرائحة؟ لافندر؟ هل نحن في محل منظفات؟" محاولات "منير" اليائسة لم يستسلم منير. تقدم نحوها بخطوات راقصة، ومد يده بالوردة الحمراء، وانحنى قليلاً. منير: "خذي هذه الزهرة يا زهرتي. لقد انتقيتها لتشبه حمرة وجنتيكِ حين تخجلين." تهاني (وهي تضع أكياس البصل على الطاولة): "وجنتي حمراء من الضغط والسكر يا منير! ثم كم دفع ثمن هذه الوردة؟ خمسون جنيهاً؟ ألم يكن من الأفضل أن تشتري بها كيلو طماطم؟ الطماطم حمراء أيضاً، وعلى الأقل يمكننا عصرها!" حاول منير تجاهل منطق "العصر والطبخ"، واقترب ليمسك يدها برفق. منير: "دعينا من المادة يا تهاني. الليلة، أريد أن نرقص على أنغام الروح. هل تسمعين بيتهوفن؟" تهاني: "أسمع ضجيجاً! أطفئ هذا المذياع، الجيران سيظنون أننا نقيم زاراً. ثم انظر، هل هذه بقعة زيت على قميصك الجديد؟ طبعاً، تشعل الشموع وتترك القميص يتسخ!" مأساة العشاء الرومنسي قرر منير الانتقال للمرحلة الثانية: "العشاء السويسري". كان قد أعد طبق "فوندو" الجبن، مع قطع خبز صغيرة. وضعه بزهو على الطاولة. منير: "تفضلي يا ملكتي. جبن ذائب، كقلبي الذي يذوب في هواكِ." تهاني: "ما هذا؟ جبن سايح؟ هل هذه هي العشاء؟ أين البروتين يا منير؟ أين اللحم؟ أين المرق؟ تريدني أن أتعشى (تغميس) في ذكرى طقم الفناجين؟ وبعد ذلك تقول لي لماذا أعاني من القولون؟" بدأت تهاني في "تفنيد" السهرة. بدأت بمسح الطاولة لأن "توزيع الشموع غير هندسي"، وانتهت بغسل الصحون وهي تتمتم بكلمات عن "الرجال الذين لا يتحملون المسؤولية ويضيعون وقتهم في شم الزهور". نهاية الفصل الأول جلس منير وحيداً في الظلام بعد أن أطفأت تهاني الشموع "توفيراً للأوكسجين"، وبينما كان يحاول قراءة بيت شعر، سمع صوتها من المطبخ: تهاني: "منير! تعال احمل كيس القمامة وأنت ذاهب لتتأمل النجوم.. الجو رومانسي جداً بجانب حاوية النفايات!" تنهد منير، وابتسم بمرارة. يعلم أن الطريق طويل، وأن قلبه الرومانسي سيصطدم بجبل النكد يومياً، لكنه قرر ألا يستسلم. غداً، سيحاول مرة أخرى بـ "عقد من الياسمين"، حتى لو انتهى به الأمر وهو يستخدم الياسمين لتعطير خزانة الملابس بطلب منها.Jauh di dalam hatinya, Keith tahu bahwa apa yang dikatakan ibu Fellis itu benar. Dia sudah mencoba membujuk dirinya berkali-kali untuk melupakan semuanya. Namun, setiap kali dia memejamkan mata, kenangan tentang dirinya dan Fellis terus berputar di pikirannya.Seumur hidupnya, dia selalu mendambakan seseorang yang bisa mencintainya sepenuh hati. Dulu dia pikir orang itu adalah Gwen, tetapi Gwen hanya ingin menjadi temannya.Ketika Fellis pergi, dia baru menyadari bahwa orang yang dia cari selama ini sudah ada di sisinya, tetapi sudah dia sakiti hingga terluka parah.Perasaan bersalah dan penyesalan yang datang terlambat sepenuhnya menghancurkan logikanya. Dia hanya ingin memperbaiki hubungan itu dan membuat Fellis kembali. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa semua yang dia lakukan justru semakin menjauhkan Fellis darinya.Kini, dia berada di tengah kebingungan dan keputusasaan. Di satu sisi, ada rasa obsesinya yang tertanam dan di sisi lain, ada logika yang menyuruhnya melepaskan.Keith
Melihat Fellis tampak ragu, Keith buru-buru memberikan penjelasan tambahan. "Sifatku yang menyendiri ini juga ada hubungannya dengan orang tuaku yang selalu sibuk bekerja. Mereka sering bepergian untuk rapat, terkadang sebulan penuh tanpa pulang. Karena luka ini nggak serius, kemungkinan besar mereka nggak akan datang."Melihat ekspresinya yang jujur, Fellis mulai sedikit percaya. "Kalau begitu, kamu nggak kasih tahu Gwen?" tanyanya.Pertanyaan itu membuat Keith sedikit panik. Dia merasa perlu sekali lagi menegaskan bahwa hubungannya dengan Gwen benar-benar sudah berakhir. "Dia sebenarnya nggak begitu peduli padaku. Aku yang dulu terlalu menyukainya. Dia hanya menikmati perhatian dan kasih sayangku, makanya dia selalu dekat denganku."Mendengar penjelasannya, Fellis terkejut. Jadi, Keith juga pernah berada di posisi seperti aku, menjadi pihak yang memberi segalanya dalam hubungan?Mengingat bagaimana Keith dulu mengejar-ngejar Gwen, sementara perempuan itu acuh tak acuh, Fellis merasak
Fellis terkejut dengan interpretasi Keith yang sepenuhnya salah dari pertanyaannya. Dia menatapnya dengan pandangan heran. "Aku nanya, apa kamu nggak peduli sama nyawamu?"Namun, Keith tidak berpaling. Tatapannya penuh kelembutan dan dia menjawab dengan tegas, "Kalau itu untukmu, aku bisa mengorbankan nyawaku."Fellis benar-benar tidak menyangka bahwa dia akan mendengar kata-kata yang begitu dramatis dari mulut Keith. Kalau itu terjadi beberapa bulan lalu, mungkin dia akan tersentuh sampai menangis. Namun saat ini, dia hanya bisa terdiam.Melihat dia tetap diam, Keith tidak bisa menahan diri untuk berbicara lagi. "Mereka nggak melukaimu, 'kan? Aku datang terlambat. Apa kamu sangat ketakutan tadi?"Mendengar ucapannya, Fellis kembali teringat pada pertanyaan yang sempat dia pikirkan sebelum pergi ke kantor polisi. Dia memandang Keith dengan tatapan semakin curiga. "Kenapa kamu mengikutiku? Jangan bilang ini cuma kebetulan."Keith yang sama sekali tidak menyangka pertanyaan itu, langsung
Keith beruntung karena tusukan pisau itu tidak mengenai organ vital. Berkat penanganan yang cepat, nyawanya berhasil diselamatkan.Mendengar kabar bahwa dia dalam kondisi stabil, Fellis akhirnya bisa merasa lega. Setelah menelepon orang tuanya untuk menjelaskan situasinya, dia kembali ke ruang perawatan. Melihat Keith yang masih terbaring tidak sadarkan diri, dia menghela napas panjang.Di meja dekat ranjang, terlihat dompet dan kantong belanja yang ternoda darah. Warna merah itu membuat pikirannya kembali pada momen menegangkan tadi. Ketika pandangannya beralih ke wajah Keith yang putih pucat pasi, perasaannya menjadi campur aduk.Kenapa Keith bisa ada di dekat gang itu? Apakah dia diam-diam mengikutinya? Kalau iya, kenapa dia tidak menyadarinya sama sekali?Pertanyaan itu berputar di benaknya selama setengah jam, sampai akhirnya ayah dan ibu Fellis tiba di rumah sakit. Setelah berdiskusi, diputuskan bahwa ibunya akan tetap di rumah sakit untuk menjaga Keith, sementara ayahnya meneman
Setelah meninggalkan rumah sakit, Keith melihat waktu masih belum terlalu larut. Jadi, dia berniat untuk pulang dan mengajak Fellis makan untuk menebus kesalahannya selama ini.Ruangan yang biasanya selalu terang malah tampak gelap gulita hari ini. Keith melihat jam tangan dan sekarang baru pukul 9.
Pesta baru selesai sekitar pukul 3 atau 4 sore hari. Setelah kembali ke apartemen, Fellis melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 1 dini hari. Dia mengangkat tangannya dan merobek selembar kalender.Hari kedua dari hitung mundur, Fellis bangun sangat pagi. Dia membersihkan seluruh apartemen,
Setelah pulang ke rumah, Fellis menerima pesan dari adik kelas Keith.[ Kak, kenapa Keith tiba-tiba ambil cuti sampai empat atau lima hari? Aku kirim pesan kasih dia, tapi dia nggak balas. Apa ada masalah? ]Tanpa perlu menebak, Fellis tahu alasan Keith mengambil cuti, tetapi dia tetap mencari alasa
Meskipun sudah berhasil keluar dari rumah hantu, Gwen masih takut dan terus menepuk dadanya. Dia tidak bisa melupakan betapa menakutkannya hal yang baru saja dialaminya.Begitu mengingat ciuman tadi, wajah Gwen langsung memerah. Dia menatap Keith dengan kesal dan menegur, "Keith, kamu terlalu impuls












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
리뷰