Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda
Nola Hapsari adalah majikanku. Cantik, kaya, tapi kesepian, meski ia sudah bersuami.
Aku hanya seorang sopir, terbiasa menunduk dan patuh, tak pernah berpikir lebih dari batas tugasku. Perhatiannya kuanggap sekadar kebaikan seorang majikan yang ramah, sentuhan-sentuhan kecilnya hanya kuanggap tak sengaja.
Sampai perlahan aku menyadari, ada tatapan yang terlalu lama, jeda yang terlalu dekat, dan kata-kata yang menyimpan makna lain. Dan tanpa kusadari, hubungan kami pun melangkah ke wilayah yang tak pernah kubayangkan—di luar aku tetap pembantunya, namun di ranjang, peran itu berbalik arah.