Menantu Super Kaya
Seperti biasa, tangan Davin memang jahil dan langsung meraba-raba bagian perut kekasihnya dan berakhir di dua gunung yang seringkali ia sebut mainan.
“Kau seperti anak kecil, sukanya bermain. Ingat, kau juga punya mainan sendiri.”
“Tapi kan hanya satu, punyamu ada dua, kenyal pula. Punyaku keras, jadi tidak enak.”
“Tidak enak bagimu, tapi mengesankan bagiku.”
Lisa melepas tangan Davin dan mengajak kekasihnya untuk sarapan pagi.
Tepat itu juga, ada sms masuk dari Reyhan yang mengajak Davin sarapan di The Dome, kafe paling mahal dan mewah di Edinburgh.
Sikat na Kabanata