Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SaDriS

SaDriS

Awalnya sadris mengira bahwa kedua bukit kembar Olla tidaklah terlalu besar akan tetapi ternyata yang difikirkan sadris salah,disaat Olla telanjang baru sadris tau kenyataanya kalau kedua bukit kembar Olla ternyata sangatlah besar sebesar bola voli. Dengan cepat si gunawan mulai bereaksi (gundul menawan),Gunawan adalah nama dari alat tempur yang sadris miliki,sadris menahan gunawan dengan menjepitkan pahanya,akan tetapi sadris tidak bisa menghindar saat Olla mendekat dan menarik celana yang sadris pakai...
9.62.9K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as dahl
Read
+Library
ADHARA

ADHARA

tanya Rial kini mulai meneguk air mineral didekatnya "Di Adhara corperation" jawab Farah "Lah itukan perusahaan milik keluarganya si Dirga." "Hah?" beo Farah membuat beberapa orang menatap kearahnya "Biasa aja kali," "Lo serius itu milik keluarga Dirga?" tanya Farah tak percaya "Iyeh. Lah nama Dirga aja ada tuh dicantumin Dirga Adhara Prasetya. Emang gue gak pernah ngomong yah?" tanya Rial kembali
2.7K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as dahl
Read
+Library
Dahaga Cinta

Dahaga Cinta

Dibalas senyuman oleh pria itu "Jadi ini cucumu yang bekerja sebagai dokter?" tanya pria yang tak Hayden kenali. "Iya, bagaimana tampan sepertiku bukan?" jawab kakek Hayden disertai tawa jenakanya. Ia kembali menatap cucu laki-lakinya. "Hayden, perkenalkan ini kakek Abraham. Sahabat kakek saat kuliah dulu." "Salam kenal, Kek. Saya Hayden," ucap Hayden memperkenalkan diri.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as dahl
Read
+Library
Dara Ameera

Dara Ameera

tanya si kecil Alisa, yang melihat makan siang milik Dara masih utuh. Danu menoleh ke arah sang istri, "Sayang kenapa? apa kamu sedang tidak enak badan?" tanya Danu. "Bunda Ala sakit?" tanya Alisa lagi, gadis kecil itu terlihat begitu sangat khawatir seperti Danu. Dara menggelengkan kepalanya, ia sama sekali tidak sakit, hanya saja beberapa hari ini ia memang kurang selera makan dan cepat lelah entah kenapa.
107.1K viewsCompletedAdded to Library 241 Times as dahl
Read
+Library
LAILA

LAILA

tersentak aku mendengar nama itu. "Iya kenapa? Kamu mengenalnya?" tanya Ibu. “Ahh, Ibu ada-ada aja. Di sekolahku memang ada anak yang namanya Damar, tapi yang satu ini orangnya sangat cuek dan menyebalkan.” kataku sambil mengerutu. "Benarkah? Siapa tahu itu memang benar dia." "Aku rasa tidak mungkin Bu." kataku tegas. ***
107.2K viewsCompletedAdded to Library 236 Times as dahl
Read
+Library
DOSA TERINDAH

DOSA TERINDAH

Dosa Terindah. Bersambung.
9.8211.0K viewsCompletedAdded to Library 8.0K Times as dahl
Read
+Library
DIA

DIA

Davka kembali mengiringi langkah dari belakang mereka hanya menggelengkan kepala. Sedangkan Anulika dari tadi berulang kali menengok kebelakang melihat kearah Davka. Begitu pintu ruang meeting terbuka sudah banyak berkumpul keluarga Alsaki dan Mahanta. Mereka ingin bertemu dengan si kembar yang jenius. Paman, bibi, sepupu Davka komplit ada di sana. Greg Alsaki paman Davka yang tinggal di Meksiko pun hadir bersama istri dan anaknya.
109.3K viewsCompletedAdded to Library 334 Times as dahl
Read
+Library
DINAR

DINAR

kata raccel dengan lembut Dinar berfikir siapa lagi itu tuan harsaw katanya dalam hati, sungguh aneh semuanya terasa ikut jamuan makan para petinggi negara. Dinar diam saja dengan semua pertanyan didalam hatinya. Tidak berselang lama dia melihat seorang sudah agak berumur dengan rambut putih penuh uban melewati pintu dan menuju tempat duduk yng diujung sana. Dengan senyuman yang khas. "selamat siang kakek" sahut raccel
105.7K viewsCompletedAdded to Library 218 Times as dahl
Read
+Library
PREV
1234567

Frequently Asked Questions

Membaca 'Sepatu Dahlan' memberikan gambaran yang begitu hidup tentang sosok Dahlan sebagai pribadi yang gigih dan penuh tekad. Novel ini menggambarkan perjuangannya yang luar biasa, mulai dari kondisi ekonomi keluarganya yang sulit hingga upayanya untuk terus bersekolah meski harus berjalan kaki tanpa alas. Yang menarik, Dahlan tidak digambarkan sebagai sosok yang sempurna, melainkan seseorang dengan segala keterbatasan namun tetap memiliki semangat pantang menyerah.

Karakter Dahlan juga sangat humanis; dia memiliki rasa empati yang tinggi terhadap orang lain, termasuk teman-temannya yang juga mengalami kesulitan. Penggambarannya yang begitu realistis membuat pembaca bisa merasakan setiap perjuangan dan emosi yang dialaminya. Dari segi perkembangan karakter, kita bisa melihat bagaimana setiap tantangan membentuknya menjadi pribadi yang lebih tangguh dan bijaksana.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status