SELIR HATI
Bahkan Dias sempat melirik tajam ke arah Lira, mungkin tak menyangka perempuan itu akan berbicara sejujur itu.
David, yang sejak tadi diam, hanya menatap singkat lalu berkata tenang, “Makanlah. Kita semua butuh energi hari ini.”
Namun suasana makan siang itu sudah berubah. Tidak ada lagi canda ringan, hanya keheningan yang menggantung.
Sore harinya, Gita berdiri di balkon kamarnya, menatap langit yang mulai berubah warna. Angin lembut berhembus, tapi pikirannya justru berputar-putar.
Hot Chapters