Nafsu Gelap Sang Majikan
“Apakah kau meninggalkan ayahmu karena kau tahu aku tak pantas menjadi itu?”
Sementara itu, di lorong gelap yang hanya disinari lampu kedap-kedip, Litzia berlari, langkahnya pelan tapi pasti. Ia tahu jalur ini, tahu setiap titik buta tempat para penjaga biasa berjaga. Tapi kali ini berbeda—kekacauan membuat semua berubah. Ia berbelok ke lorong sempit, mencoba menutup pintu di belakangnya, tetapi suara langkah seseorang memburunya cepat.
“Berhenti!” teriak suara berat yang tak asing. Litzia terhenti, berbalik dengan wajah pasrah.
Hot Chapters