Diary Sang Kupu Kupu Malam
Hanya satu yang ada dalam pikiranku, bagaimana aku bisa bertahan untuk bisa tetap mengontrol tubuh, akal serta pikiran sehatku yang harus masih bisa mengendalikan waktu agar cepat berakhir malam ini.
“Kau malu-malu rupanya sayang…”
“Baiklah, Jika kau mau meminumnya sendiri. Tetapi bolehkan aku mengajakmu untuk berdansa di lantai panggung itu?
“Lagu yang dinyanyikan terasa begitu romantis, Sayangsekali jika kita melewatinya.”
Seketika Om Baron berkata. Benar sekali, lagu yang dinyanyikan oleh sang pembawa acara itu begitu indah dan terasa begitu enak didengar.