Gugurnya Kembang Mekar
Selama lima tahun pernikahan, Diego selalu mempertahankan citra sebagai suami penyayang yang tak tergoyahkan.
Sebagai pewaris Keluarga Luis, dia dengan disiplin mematuhi jam malam dan selalu pulang tepat waktu.
Setiap hari dia sendiri yang menyetir mengantarku ke kantor, dan setiap hari raya dia bersusah payah menyiapkan hadiah. Instagram dan Twitter, semuanya dipenuhi keseharian dia memanjakan istrinya.
Para netizen bercanda menyebutnya sudah stadium akhir "maniak cinta", sementara para penggemar pasangan menggilai pasangan kami mati-matian.
Akan tetapi, akun WhatsApp-nya masih login di tablet, dan seorang perempuan mengiriminya sebuah video.
Dalam video itu, si perempuan bercosplay sebagai polisi kelinci, tatapannya sayu dan menggoda. Sambil berlutut dengan kedua kaki terbuka, kedua tangannya sedang membuka kancing di dada, seolah tidak sabar memperlihatkan kulitnya yang putih mulus.
[Kelinci kecil sangat merindukan Kak Diego, mau ciuman dari Kak Diego!]
Suara perempuan itu manis dan menggoda, dengan nada sedikit manja.
Awalnya aku tidak menganggapnya serius. Wajar saja kalau ada yang menyukai Diego, siapa sih yang tidak punya beberapa pengejar? Selama ini dia memberiku rasa aman yang cukup.
Tepat saat kupikir ini hanya godaan sepihak lagi, Diego membalasnya:
[Besok, seharian penuh kamu jangan harap bisa turun dari tempat tidur.]
...