Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kepatuhanku Dianggap Sepele

Kepatuhanku Dianggap Sepele

"Yudha, kamu udah gila? Pernikahan tamasya itu sangat berarti buat Cynthia! Masa kamu batalin gitu aja?" Yudha menjawab dengan nada tidak sabar, "Tamasya keliling dunia itu terlalu melelahkan. Kondisi fisik Cynthia juga nggak akan sanggup. Bukannya lebih praktis kalau diadakan di hotel? Monika juga niatnya baik." "Niatnya baik? Menurutku dia punya maksud lain. Demi dia, kamu sampai batalin nikah tamasya itu. Apa kamu pernah mikirin perasaan Cynthia?"
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai disobeying
Baca
+Pustaka
Misunderstanding

Misunderstanding

Lia terkekeh. “Enggak, Tante! Aku enggak mau, jadi tolong jangan ganggu aku lagi. Tante juga enggak perlu ke sekolah aku, karena gimanapun, aku enggak akan pernah ikuti kemauan Tante!” tegas Ara dengan kedua netra mulai berembun. “Ara, jangan paksa Tante buat bersikap kasar di sini, ya,” bisik Lia lagi di telinga Ara.
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai disobeying
Baca
+Pustaka
Obsesi

Obsesi

Kaizen tampak tidak senang begitu menyadari terdapat nada sarkasme pada omongan orang ini. "Siapa juga yang jatuh cinta pada pandangan pertama, hanya memiliki satu dua kali pertemuan, tapi rela menentang kehendak surga, mengubah dirinya menjadi mahluk lain, lalu membunuh dirinya sendiri demi orang yang dia cintai? Itu konyol dan sama sekali bukan cinta, melainkan obsesi dan pemujaan yang tidak sehat" lanjutnya. Winter memalingkan wajahnya ke arah lain, kakinya yang terbalut sepatu militer dia gunakan untuk menggaruk pasir.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai disobeying
Baca
+Pustaka
Dilema

Dilema

~Dicky~ ***
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai disobeying
Baca
+Pustaka
Menentang Dunia

Menentang Dunia

Jawab Mo Xin menjelaskan, melihat raut wajah Yinwei yang cemas Mo Xin tersenyum. "Tenang saja, kamu sudah ditingkat penyatuan Api Iblis Neraka tidak akan mengendalikanmu dan jika kamu menolak kamu bisa membatalkan dirimu sebagai penerus." Mendengar jawaban dari Mo Xin raut wajah Yinwei kembali tenang. Melihat itu Mo Xin menahan tawa, dia merasa manusia sangat polos.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai disobeying
Baca
+Pustaka
Sang Penentang Aturan

Sang Penentang Aturan

tanya Wo Long tenang. "Jika kamu benar-benar ingin dimaafkan, biarkan aku meninggalkan beberapa pukulan, setelah itu akan ku anggap semuanya selesai," balas senior itu dengan nada sungguh-sungguh. Berdasarkan peraturan tidak tertulis akademi, dia harus menepati janji itu. Wo Long diam saja ketika tangannya dipegang. Dia kembali menatap senior itu. "Aku akan menerimanya," jawab Wo Long. "Jadi, silakan kamu melakukannya. Aku tidak akan melawan."
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai disobeying
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status