Menantu yang Tak Diinginkan
Sakit sekali rasanya mendengar lontaran kalimat cemoohan itu dari ibu mertua, Jika tau akan begini, mungkin Marya akan berpikir seribu kali untuk tetap menikah dengan Rey.
Tapi nasi sudah menjadi bubur, ketika ia diam maka semakin terinjak-injak, dan ketika ia mencoba membela diri maka akan dikatakan sebagai durhaka dan tak punya bakti kepada mertua.
"Kamu makan saja di dapur, tempat itu lebih pantas untukmu," timpal Wasida lagi.
Marya tak ingin berdebat lagi, tenaganya sudah terkuras habis untuk melayani ocehan ibu mertuanya itu. Kini ia memilih untuk menuruti saja apa yang diperintahkan.