Jangan Baca Novel Ini!
Napasnya yang memburu mulai melambat dan kembali menemukan irama yang lebih teratur.
Argan memiringkan wajahnya sedikit, membenamkan hidungnya di perpotongan leher dan rambutku. Dia menghirup aroma rambutku dalam-dalam, mengisi paru-parunya dengan wangi sampo stroberi yang manis dan menenangkan. Dia seolah ingin menghilangkan bau parfum ruangan dan bau keringat Dokter Hadi yang membuatnya muak setengah mati.
"Jangan lepaskan saya dulu, Nara," gumam Argan dengan suara serak tepat di telingaku, getaran suaranya merambat langsung ke kulit leherku.