Dok, Please Cukup!
Ruangan itu diam sejenak, hanya suara pendingin dari dinding yang berdengung pelan, mengisi jeda yang terasa lebih panjang dari yang sebenarnya berlangsung.
"Aku nggak mau nelepon Rania malem-malem gini nanyain hal kayak gini, Malik," ucap Nindy akhirnya, memecah keheningan tersebut. "Ini bukan pertanyaan yang bisa dijawab enak lewat telepon jam sepuluh malem."
"Setuju," jawab Malik, mengangguk pelan. "Besok aja, pas kepala kita berdua udah lebih tenang, dan pas kita udah pegang rekaman kamera lobi juga."