Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
GELORA HASRAT MR. SPY

GELORA HASRAT MR. SPY

Shira Aldila
Cintaku padamu bagai hujan deras yang mengguyur, namun dirimu berlindung di bawah payung, kemudian menghilang di jalanan gelap tanpaku mampu mencarimu. -Yuna- Meninggalkanmu adalah caraku untuk mencintaimu. -Ares- Yuna paling jenius menempatkan dirinya dalam kondisi berbahaya. Tak sekali dua kali gadis itu terjebak dalam keterdesakan yang nyaris merenggut nyawa. Namun, di tengah kesialan, Tuhan sepertinya melengkapi hidup Yuna dengan sesosok pahlawan yang selalu menyelamatkannya. Namanya Ares, pria tampan misterius yang selalu berwajah serius, seolah Tuhan tidak menitipkan garis senyum dalam dirinya. Keterjebakan Yuna dalam bahaya semakin menjadi ketika dia mulai dekat dengan Ares. Meski bergelud dengan kemelut pertarungan sengit melawan penjahat, keduanya dianugerahi perasaan cinta. Semula keduanya saling menyimpan rapat perasaan masing-masing, tapi Yuna sudah tidak tahan. Perasaannya semakin dalam terhadap Ares. Dia tidak malu menyatakan cintanya, namun tiada disangka, Ares menolaknya mentah-mentah kemudian menghilang dari hidup Yuna secara tiba-tiba. Mengapa Ares menolak cinta Yuna? Padahal selama ini dia rela mati demi Yuna. Apakah karena dia seorang Secret Agent? Sehingga Ares didesign untuk menjadi manusia yang tidak boleh memiliki kehidupan pribadi? Dan, apakah selamanya cinta mereka harus membias ditelan waktu?
101.3K viewsOngoingAdded to Library 40 Times as emoji payung ff
Read
+Library
Menyewakan Suami, Aku Bertambah Kaya

Menyewakan Suami, Aku Bertambah Kaya

Setelah rujuk, aku menyewakan suamiku. Ketika cinta pertamanya memanggilnya pergi, aku tidak lagi menangis dan membuat keributan seperti dulu, melainkan memasang tarif per jam. Siang hari 200 juta per jam, malam hari 400 juta per jam, dan saat hari libur dihitung tiga kali lipat. Setelah menjalankannya selama tiga bulan, saldo rekeningku bertambah hampir 40 miliar. Suamiku sudah berjanji menemaniku memilih gaun untuk pesta malam, tetapi cinta pertamanya malah menelepon sambil menangis karena tangannya teriris saat memotong sayuran. Aku bahkan tidak mengangkat kepala, hanya menyodorkan kode QR pembayaran kepada pria itu. Tengah malam, aku mendadak demam tinggi. Saat suamiku mengemudikan mobil dengan panik untuk membawaku ke rumah sakit, ponselnya kembali berdering. Melihat nama wanita itu berkedip di layar, suamiku ragu beberapa saat, tetapi dia tetap memilih mengangkat telepon. Tangisan sang cinta pertama terdengar dari seberang sana. "Cedric, suara petirnya terlalu keras. Aku nggak bisa tidur. Kamu bisa datang temani aku?" Dengan cekatan, aku mengeluarkan payung dan menyuruh suamiku menurunkanku di persimpangan jalan di depan. Menghadapi pria yang tampak ragu-ragu mengatakan sesuatu itu, aku hanya tersenyum. "Jangan lupa transfer uangnya."
4.3K viewsCompletedAdded to Library 121 Times as emoji payung ff
Read
+Library
Cinta Sulit Ditemukan, Air Mata Menjadi Lautan

Cinta Sulit Ditemukan, Air Mata Menjadi Lautan

Setelah rujuk, aku memutuskan untuk menyewakan istriku sendiri. Setiap kali sahabat cowoknya menelepon dan menyuruhnya pergi, aku tak lagi marah-marah seperti dulu. Alih-alih mengamuk, aku justru memberlakukan tarif per jam. Siang hari, 200 juta per jam. Malam hari, 400 juta per jam. Hari libur dihitung tiga kali lipat. Baru berjalan tiga bulan, rekeningku sudah bertambah hampir 40 puluh miliar. Suatu hari, kami sudah berjanji pergi memilih setelan jas untuk menghadiri jamuan makan malam. Namun, di tengah jalan, sahabat prianya menelepon, mengeluh jarinya terluka saat memotong sayuran. Tanpa repot-repot mendongak, aku hanya menyodorkan kode QR pembayaran ke hadapan istriku. Suatu malam, aku mendadak demam tinggi. Saat istriku sedang menyetir untuk mengantarku ke rumah sakit, ponselnya kembali berdering. Sahabat cowoknya mengeluh mabuk berat, merasa tidak enak badan, dan tidak bisa tidur. Dengan gerakan yang sudah sangat terbiasa, aku mengambil payung dan menyuruhnya menurunkanku di persimpangan jalan depan. Melihatnya yang tampak ragu-ragu dan hendak mengatakan sesuatu, aku hanya tersenyum tipis. "Jangan lupa transfer uangnya, ya." Hingga tiba hari di mana putra kami harus pergi ke rumah sakit untuk kontrol rutin. Sahabat cowoknya lagi-lain menelepon. "Caca ingin ke taman bermain nih, tapi tempat kayak gini kayaknya bakal lebih seru kalau ada sosok perempuan yang nemenin ...." Setelah menutup telepon, istriku berbalik. Dia hendak berjongkok untuk membujuk anak kami. Akan tetapi, putra kami justru meniru caraku. Dia mengulurkan tangan kecilnya ke hadapan ibunya. "Nggak apa-apa, Ibu. Ibu tinggal transfer uangnya aja ke aku. Harganya harus tiga kali lipat"
578 viewsCompletedAdded to Library 12 Times as emoji payung ff
Read
+Library
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Di tengah jamuan makan malam keluarga, aku baru mengetahui fakta pahit bahwa sahabat masa kecilku, lelaki yang seharusnya tumbuh besar bersamaku, telah melepaskan peluang emas untuk naik pangkat di Distrik Militer Utara demi sepupuku, Ajeng Hidayat. "Nilai ujian Ajeng hanya cukup untuk masuk universitas lokal. Kebetulan kondisi kesehatan Bibi juga sedang menurun, jadi aku sudah membantu mengubah data pendaftaranmu. Kita semua akan tetap tinggal di sini," ucapnya santai. Ibuku pun menimpali dengan nada yang sama mendesaknya, "Benar, Nak. Ibu sudah berjanji pada pamanmu untuk menjaga Ajeng, jadi kamu juga harus membantu Ibu merawatnya. Lupakan saja soal kampus papan atas itu, nggak ada gunanya. Toh, nanti setelah menikah dengan Rangga, kamu juga akan ikut dia bertugas." Belum sempat aku mengeluarkan sepatah kata pun, mata Ajeng mulai berkaca-kaca. Air matanya jatuh dengan begitu dramatis. "Semua ini salahku yang nggak berguna. Ayah dan Ibu sudah tiada, sekarang aku malah membebani Kakak sampai dia nggak bisa kuliah di universitas impiannya. Sebaiknya kalian pergi saja, aku bisa menjaga diriku sendiri." Begitu air mata itu jatuh, Rangga dan ibuku langsung panik. Mereka sibuk menghibur dan menenangkannya seolah dialah pusat semesta. Tanpa suara, aku bangkit dan kembali ke kamar. Di detik terakhir sebelum batas waktu pendaftaran ditutup, aku mengubah kembali pilihan Universitas Adiwangsa. Sejujurnya, keinginanku ke sana bukan hanya agar bisa dekat dengan Rangga. Dulu, aku hanya ingin melewati setiap hal bersamanya. Berjalan beriringan di bawah satu payung hingga rintiknya membasahi rambut kami yang memutih oleh usia, sebuah janji untuk menua bersama. Akan tetapi, sekarang, siapa pun yang berdiri di sampingku saat hujan turun tak lagi jadi masalah. Hanya tempat itu yang tetap harus kudatangi.
1.9K viewsCompletedAdded to Library 77 Times as emoji payung ff
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status