Tukang Pijat Super
Juned terus berjalan menuju ke kosnya dengan pikiran yang masih berputar di kepalanya.
“Apa aku benar-benar egois?” Juned bergumam dalam hati. Dia mengusap wajahnya dengan kasar, berusaha menghilangkan perasaan bersalah yang mulai muncul. Namun, di sisi lain, dia tahu kalau berhenti menjadi tukang pijat bukan pilihan. Ada sesuatu dalam dirinya yang tidak bisa dia kendalikan—dorongan aneh yang terus menghantuinya.
Sejak Juned memakan jamur dan memiliki kekuatan Super, Juned merasakan hasrat yang harus disalurkan setiap saat. Minimal sehari sekali, itu pun sebenarnya tak cukup baginya.