Nafsu Liar Wanita Pilihan Istriku
Suara Asha terdengar lembut, namun penuh penekanan.
"Tadi aku ada urusan di kafe depan, jadi aku singgah untuk memastikan kondisi Kayra." Bram sengaja berbohong untuk menjaga perasaan istrinya.
Asha memutar kepala, ditatapnya kedua mata Bram dengan tatapan seribu arti.
"Singgah boleh saja Pah, tapi tidak harus basah rambut," ucap Asha untuk menyindir.
Bram menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Sayang, aku...."
인기 회차