Wonderstruck
komentarku kemudian.
“Itu bukan hal yang terlalu pribadi,” sahut Marco. “Aku pilih jurusan filsafat. Tapi, jujur aja, dulu cita-citaku setengah-setengah, sih. Bahkan bisa dibilang nggak punya cita-cita.” Cowok itu tertawa kecil. “Aku nggak pernah beneran tertarik pengin bekerja di bidang tertentu. Sampai kemudian makin sering bantuin ibuku di Puan Derana, ngeliat sendiri permasalahan yang ada di sana.”