Sang Maharaja yang Terlupa
"Kekuatanmu berasal dari keinginan untuk melindungi, bukan untuk menghancurkan. Saat kau bertarung karena takut atau marah, kau memutus koneksi dengan tanah ini. Saat kau bertarung karena cinta... kau menjadi tak terhentikan."
Wira menggerutu, melipat tangan di dada. "Filosofi yang bagus, Nyai Dewi. Tapi di medan perang, filosofi tidak menghentikan panah musuh."
"Maka mari kita buktikan," tantang Dewi, menoleh pada Wira dengan senyum tipis yang penuh kepercayaan diri. "Satu putaran lagi. Tapi kali ini, Arga tidak boleh menggunakan tombak. Dia harus menghindari seranganmu hanya dengan gerakan tubuh dan insting."
Bab Populer