Pesta Pembuahan
Maklum, beliau sudah lansia dan sempat mengalami gejala stroke.
Perlahan instrumen romantis mengalun memenuhi ruang pesta dan semua orang sigap menempati sudut-sudut terpencil. Aula utama ini nyaris kosong, menyisahkan tiga pasang manusia yang sedang berdansa dan aku si wanita linglung. Sementara memperhatikan keasyikan Gita bercengkerama bersama pria bule dari kejauhan, aku menyabet segelas minuman berwarna hitam di atas meja walau tak berniat mengonsumsi. Aku yakin, semua minuman di sini mengandung alkohol dan aku tidak memiliki toleransi mencernanya. Aku akan hilang akal, meracau, mengutarakan semua isi hatiku yang tertimbun jika memaksakan diri menyesap alkohol. Cukup sekali saja aku me