Filtern nach
Aktualisierungsstatus
AlleLaufendAbgeschlossen
Sortieren nach
AlleBeliebtEmpfehlungBewertungenAktualisiert
Hola Ex, Ahora Soy tu Madrastra

Hola Ex, Ahora Soy tu Madrastra

En vísperas de la boda, la noticia de que la amante del prometido había dado a luz se volvió un escándalo. Julian Espinoza no esperó a que yo lo confrontara y habló con indiferencia. —No fue más que un accidente. Tú encárgate primero de la fiesta de compromiso. —Además, tu papá está en fase terminal de cáncer de estómago. Cancelar la alianza ahora no le conviene a ninguna de las dos familias. Esa misma noche faltó a la cena de compromiso, pero en sus redes sociales subió la foto de un bebé envuelto en mantas. Cuando marqué una videollamada, apareció dándole de comer con un biberón al recién nacido. —Últimamente estoy cuidando al niño y no tengo tiempo para ti. Ya sabes, en mi familia solo queda una rama masculina, el hijo es prioridad. Limpió la leche de la comisura de los labios del bebé y añadió: —Pero tranquila, cuando cumpla el mes lo mando a Inglaterra. En las fiestas importantes basta con que te muestres como si fueras su madre. El lugar de señora de la familia Espinoza siempre será tuyo. Yo me quedé mirando el anillo en su dedo anular, idéntico al mío, y solté una risa. —Este compromiso queda anulado. Él bufó con frialdad: —Armas tanto escándalo por una tontería. No seas tan caprichosa. Colgué de golpe la videollamada y marqué al número privado de su padre. —Dicen que anda buscando nueva esposa, ¿por qué no me considera a mí? Acariciando mi vientre, solté una risa baja: —Después de todo, tengo facilidad para embarazarme; los hijos que usted quiera, se los puedo dar. Qué soledad la de una familia con un solo heredero. Yo misma le daré varios hermanos para que al menos haya ruido en la casa.
Kurzgeschichte · Romance
5.2K AufrufeAbgeschlossen
Lesen
Zur Bibliothek hinzufügen
Bukan Aku Orangnya

Bukan Aku Orangnya

      Aku tidak pernah menyangka akan berada di titik ini. Menikah dan menjalani rumah tangga tanpa adanya rasa cinta di dalamnya. Pernikahan yang kujalani karena dijodohkan oleh wanita yang katanya melahirkanku. Wanita yang selalu memperlakukanku layaknya robot dan dia yang memegang kendalinya.  Seperti aku yang masih berusaha melepas rasa untuk seseorang yang sekarang entah dimana,  begitu juga dengan Mas Zayn, suamiku, yang tak pernah kurasakan kehangatan cintanya. Awalnya kukira, aku tidak merasakan cinta itu karena hatiku yang masih dibelenggu masa lalu. Namun, ternyata aku salah. Aku tidak merasakan cinta itu bukan karena diriku, melainkan karena memang dia tidak mencintaiku.  Malam itu aku mendapati Mas Zayn  menangis sambil memandangi sebuah foto yang aku tak tau itu siapa. Hingga aku bertekad mencari tahu segalanya. Satu persatu kenyataan mulai terungkap, dan aku sempat menyalahkan diri sendiri. Ada keinginan untuk menyerah, tetapi …apa dayaku? Aku tak bisa mengambil keputusan besar itu, jika dia si Pemegang Remot tak memberi izin untuk robotnya ini. Rasa panas menjalar di pipiku ketika lima jari mendarat indah di sana. Gesekannya meninggalkan bekas merah, sama persis dengan apa yang dulu kurasakan setiap kali menyebutkan keinginanku. “Jangan bikin malu keluarga!” Teriaknya kala itu. “Kamu kira menjadi janda itu menyenangkan? Kalau kamu cerai sama Zayn, siapa yang bakal membiayai kehidupan kita, ha? Siapa yang akan membiayai kuliah dan sekolah adik-adikmu?” Tatapannya nyalang, mengunci pergerakanku. Dadanya naik turun bersamaan dengan mengetatnya rahang membuat nyaliku ciut seketika. Dia, wanita yang kupanggil Ibu itu tak pernah berubah, dan aku tahu seperti apapun aku berusaha baginya aku tak seberharga itu. Aku tak akan diberi celah sedikit pun. Lalu aku harus apa? Bertahan membuatku semakin terluka. Tuhan … sebegitu buruknya kah aku, sampai aku tak pernah layak dicintai? Aku hanya ingin bahagia, meski tak ada yang menaruh cintanya untukku. Apa itu mungkin?
Rumah Tangga
1025 AufrufeLaufend
Lesen
Zur Bibliothek hinzufügen
ZURÜCK
1
...
272829303132
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status