Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Asisten Suamiku Adalah Maut Rumah Tanggaku

Asisten Suamiku Adalah Maut Rumah Tanggaku

Ketika suamiku yang seorang direktur utama tahu bahwa aku dengan suka rela menyerahkan proyek bernilai puluhan miliar kepada asisten yang paling dia sayangi, dia mengira perang dingin selama tiga bulan terhadapku akhirnya membuahkan hasil. Dia pun berinisiatif mengajakku pergi bulan madu ke Islandia. Namun setelah asisten itu mengetahuinya, dia langsung diliputi rasa cemburu dan bersikeras ingin mengundurkan diri dari perusahaan. Suamiku yang selama ini selalu memanjakannya, langsung merasa panik. Setelah menenangkannya selama tiga hari tiga malam, dia kembali membatalkan bulan madu dengan alasan dinas luar kota, lalu memberikan sebuah tiket bulan madu lainnya kepada asisten itu. Setelah itu, dia menjelaskan kepadaku dengan sikap acuh tak acuh. "Masalah cinta itu hal kecil, pekerjaan tetap yang paling penting. Sebagai bos, aku harus menempatkan pekerjaan di posisi pertama. Kamu istriku, kamu pasti akan mendukung aku, 'kan?" Aku menatap unggahan terbaru asisten itu di media sosial, serta foto mereka berdua yang saling menempelkan kepala dan membentuk tanda hati seperti sepasang kekasih. Aku tidak berkata apa-apa, hanya mengangguk pelan. Dia mengira aku sudah berubah menjadi lebih lapang dada dan pengertian. Dia tampak sangat puas, bahkan mengatakan bahwa dia akan menggantinya dengan bulan madu yang lebih romantis untukku setelah kembali ke dalam negeri. Namun, dia tidak tahu. Aku sudah mengajukan pengunduran diri dan dia juga sudah menandatangani surat perjanjian perceraian. Aku dan dia ... tidak akan pernah punya masa depan lagi.
Cerita Pendek · Romansa
13.0K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Kita Sudah Pisah Ranjang, Mengapa Kamu Baru Menyesal?

Kita Sudah Pisah Ranjang, Mengapa Kamu Baru Menyesal?

“Mau?” Surya Setiawan menatap wanita yang menerjang masuk ke dalam pelukannya dengan wajah memerah, nadanya terdengar santai. Joana Widodo sedang kambuh. Ia gigit bibirnya dan mengangguk. Sudah setahun menikah, namun suaminya, Fajar Geraldi nggak pernah sekali pun sentuh dia. Karena itu, Joana menderita gangguan histeria, setiap kali kambuh, ia diliputi hasrat yang begitu kuat. Hingga suatu malam ia pergoki suaminya diam-diam cium foto kakaknya. Baru saat itu ia sadar kalau selama ini ia cuma pengganti. Kondisinya pun makin parah. Ia terpaksa pergi ke rumah sakit. Di sana, ia bertemu seorang dokter muda yang tampan. Saat pemeriksaan berlangsung, ia hampir kehilangan kendali dan nyaris …. Nggak nyangka, keesokan harinya saat masuk kerja, dokter yang semalam periksa dia dengan begitu intim ternyata adalah presiden direktur baru yang tiba-tiba ditunjuk? Joana berniat pura-pura nggak kenal dia. Namun, ia justru dipromosikan jadi asisten pribadi di sisi sang presiden direktur yang baru. “Surya, aku sudah punya suami. Apa kamu mau jadi pihak ketiga?” Di dalam kantor, Joana dipaksa duduk di pangkuannya dengan kaki terbuka, wajahnya merah padam karena kesal. Pria itu cengkeram pinggangnya dan cium dia. “Sayang, kamu lupa? Kemarin malam, semalaman kamu panggil aku suami.” Belakangan, Joana nikah lagi tanpa menoleh ke belakang. Mantan suaminya justru menyesal, dengan mata merah memohon ke dia, “Joana, ayo kita mulai lagi! Asal nggak cerai, kamu mau apa pun akan aku turuti!” Joana menatapnya dingin. “Maaf. Aku nggak tertarik dengan pria yang nggak mampu jadi suami seutuhnya.”
Romansa
105.3K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Adik Angkat Suamiku, Benalu Pernikahanku

Adik Angkat Suamiku, Benalu Pernikahanku

Pada tahun kelima pernikahanku dengan bos keluarga mafia yang sangat berkuasa, aku menemukan sesuatu yang aneh. Jimat pelindung yang dia berikan padaku ternyata membuat kepalaku sakit setiap kali aku membawanya bersamaku. Sebagai seorang dokter bedah, hal itu langsung membuatku waspada. Aku mengambil kantong-kantong kecil yang sebelumnya kutemukan di dalam jimat itu, lalu membawanya ke laboratorium toksikologi di Rumah Sakit Sentosa. Dokter itu memeriksa salah satu kantong kecil tersebut, lalu memberitahuku bahwa isinya adalah sejenis racun yang bekerja secara perlahan. Racun itu bukan hanya merusak tubuh korban sedikit demi sedikit, tetapi juga dapat membuat orang tersebut menjadi tidak subur setelah beberapa waktu. Aku menangis sambil berucap dengan nada tak percaya, "Tapi, itu nggak mungkin! Suamiku yang memberikan ini padaku! Namanya Vito Kastoyo. Dia juga pemilik dari rumah sakit ini!" Dokter itu menatapku dengan bingung sebelum menimpali, "Bu, tolong berhenti mengatakan hal yang nggak masuk akal. Aku mengenal Pak Vito dan istrinya kok. Hubungan mereka sangat dekat dan mesra. Selain itu, belum lama ini istrinya baru saja melahirkan seorang bayi laki-laki. Sekarang, mereka berdua sedang berada di ruang VIP untuk melihat bayi mereka." Kemudian, dokter itu menunjukkan sebuah foto di ponselnya kepadaku. Vito mengenakan setelan hitam seperti biasanya dengan lambang Keluarga Kastoyo yang disulam di pakaiannya. Dia sedang menggendong seorang bayi di lengannya. Sementara itu, aku mengenal wanita yang berdiri di samping Vito. Namanya Chika Hutomo. Selama ini, Vito selalu menyebutnya sebagai adik angkatnya.
Cerita Pendek · Mafia
3.3K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Cinta Tak Dapat, Persahabatan Pun Retak

Cinta Tak Dapat, Persahabatan Pun Retak

Di bagian timur Kota New York ada dua ahli waris. Satu adalah maniak kecepatan yang mendominasi arena balap, satu lagi adalah aktuaris genius yang mengendalikan arus modal. Keduanya berasal dari keluarga terpandang dan sifat mereka berbeda jauh. Namun, mereka tumbuh bersama sejak kecil dan menjadi satu-satunya sahabat sejati. Mereka pernah berebut perhatian seorang gadis, juga berselisih karena taruhan di arena balap. Namun, saat berusia 15 tahun, mereka sama-sama menggantungkan sebuah lencana tembaga di dada. Itu adalah hasil latihan ukiran tangan dari Mia di kelas kerajinan, dengan sebuah huruf "M" yang tergores di bagian belakang. Saat itu, Mia duduk di bangku paling belakang kelas. Tak seorang pun tahu siapa identitas dia sebenarnya. Namun, kedua laki-laki itu mengenakan lencana tersebut selama 10 tahun penuh. Entah itu saat berdiri di podium juara F1 atau saat mengetukkan palu pada investasi triliunan di bursa, lencana tembaga murahan itu selalu menempel di dada mereka dan tak pernah tergantikan. Sampai akhirnya muncul Ella. Putri kesayangan dari keluarga konglomerat baru. Ella menyulam sebuah emblem kain berhiaskan benang emas dan memberikannya kepada mereka. Kain itu cuma benda biasa yang mirip dengan pernak-pernik murahan yang dijual di pasar loak. Namun, mereka malah sama-sama melepas lencana tembaga itu dan menggantinya dengan kain murahan yang diberikan Ella. Mia tidak mengatakan apa pun. Dia hanya diam-diam menyimpan foto lama mereka yang tercetak di sebuah koran usang. Malam itu juga, dia menelepon ayahnya yang jauh di Sisilia. Nada bicaranya sangat tenang saat berkata, "Papa, aku menerima pernikahan politik ini."
Cerita Pendek · Mafia
5.3K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Pernikahan Kedua: Kupilih Paman Mantan Suamiku

Pernikahan Kedua: Kupilih Paman Mantan Suamiku

Pada ulang tahun pernikahan mereka yang ketiga, Jerico Thamnin menghadiahkan istrinya sebuah kalung berlian bernama "Cinta Rhea", seolah-olah ingin mengumumkan cintanya ke seluruh dunia. Publik pun terpukau. Namun, di balik semua sorotan itu, Rhea duduk sendirian di rumah mereka yang kosong, menatap foto yang dikirim orang tak dikenal. Sekretaris baru suaminya, Stella, sedang berpelukan dengan Jerico sambil mengenakan kalung yang sama. Selama tiga tahun, Rhea menjadi istri yang sempurna. Penurut, tidak banyak bicara, dan selalu mengalah. Sebagai balasannya, yang dia terima hanyalah pengkhianatan, hinaan dari ibu mertuanya, dan pembenaran menjijikkan dari Jerico yang bersikeras bahwa perselingkuhannya hanyalah "kebutuhan fisik", sementara dia tetap mencintai Rhea. Jerico yakin Rhea tidak punya jalan keluar. Dia merasa Rhea terikat padanya karena tagihan biaya pengobatan ayahnya yang selangit. Dia pikir Rhea akan terus menelan semua penghinaan itu dan bahkan rela membesarkan anak hasil hubungan gelapnya. Dia salah. Rhea menjual rumah besar mereka, mengumpulkan bukti satu per satu, lalu menyerahkan fakta tak terbantahkan tentang perselingkuhan itu. Setelah semuanya selesai, dia pun pergi. Bukan lagi mengenakan celemek dapur, melainkan jas laboratorium putih. Dalam semalam, dia berubah menjadi peneliti farmasi papan atas yang mengejutkan industri. Ketika Jerico akhirnya sadar dan datang dengan mata merah serta suara memohon agar dia kembali, pemandangan di depannya membuat darahnya membeku. Mantan istrinya yang dingin dan tak tersentuh itu sedang dipeluk lembut oleh pamannya sendiri, Arieson. Pria yang selalu tampak angkuh itu melirik keponakannya dengan tatapan dingin. Suaranya rendah, tajam, dan berbahaya. "Siapa yang kamu panggil 'istri'? Panggil dia 'Bibi'."
Romansa
1.7K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
El arrepentimiento del Don tras mi partida

El arrepentimiento del Don tras mi partida

En mi quinto año de matrimonio con el Don de una poderosa familia mafiosa, descubrí que el amuleto de protección que me regaló me provocaba dolores de cabeza cada vez que lo llevaba conmigo. Como cirujana, esto me alarmó. Tomé los pequeños sobres que encontré dentro del amuleto y los llevé al laboratorio de toxicología del Hospital Kosley. El médico los inspeccionó y me dijo que contenían un tipo de veneno de acción lenta que no solo daña el cuerpo de la víctima, sino que también la vuelve infértil después de un tiempo. Lloré y exclamé: —¡Pero eso es imposible! ¡Mi esposo fue quien me dio esto! Se llama Vincenzo Cursley. ¡También es el dueño de este hospital! El médico me miró confundido. —Señorita, por favor, deje de decir tonterías. Conozco al señor Cursley y a su esposa. Son muy cercanos e íntimos entre ellos. Además, la señora Cursley dio a luz a un bebé hace poco. Ambos están ahora en la sala VIP, cuidando de su bebé. Entonces, el médico me mostró una foto en su teléfono. Vincenzo vestía su traje negro habitual con el emblema de la familia Cursley bordado en él. Sostenía a un bebé en brazos, y en cuanto a la mujer que estaba a su lado... La conocía. Se llama Claudia Henderson. Y Vincenzo siempre se ha referido a ella como su hermana adoptiva.
Cerita Pendek · Mafia
21.0K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Ratu Drama

Ratu Drama

Primadona sekolah akan menikah tepat di hari libur kemerdekaan. Dia mengundang seluruh teman sekelas di grup kelas agar menghadiri pesta pernikahannya. Awalnya, aku berniat pura-pura tidak melihat undangan itu, tapi ternyata dia langsung menyebut namaku. "Clarisa, waktu SMA kamu selalu pura-pura jadi diriku, tapi aku nggak akan mempermasalahkannya. Aku harap kamu bisa datang untuk melihat pernikahan mewahku besok." Segera setelah itu, beberapa teman sekelas ikut menanggapi pesannya. "Primadona sekolah memang baik orangnya, pantas saja bisa menikah dengan anak dari Keluarga Wirawan. Dia bahkan bisa memaafkan orang sombong seperti Clarisa." "Apa orang seperti Clarisa pantas, menghadiri pernikahan primadona sekolah kita yang akan diadakan di vila? Jadi orang jangan terlalu baik." Mereka makin mengolok-olok Clarisa, hingga si primadona sekolah akhirnya muncul untuk menenangkan suasana. "Sudahlah, itu kan sudah lama sekali, aku juga sudah nggak mempermasalahkannya. Lagipula, Clarisa kan memang miskin dan jelek, kita jangan terlalu mengejeknya." Begitu dia berkata demikian, grup langsung dipenuhi pesan pujian. Orang-orang memuji betapa baik hati dan polosnya dia. Aku tertawa sinis. Dulu, si primadona sekolah itu selalu memasang citra bak putri konglomerat di sekolah. Dia bahkan memfitnahku, yang sebenarnya adalah putri keluarga konglomerat asli, sebagai seorang pembohong. Semua orang di sekolah sampai menghinaku. Saat membuka undangan elektronik darinya, aku baru sadar bahwa alamat pernikahannya berlokasi di vila milik keluargaku. Makin kuamati foto pengantin pria, makin aku merasa familier. Bukankah itu sopir suamiku? Aku tersenyum begitu menyadarinya, lalu membalas pesan di grup. "Baiklah, aku pasti akan datang di acara pernikahanmu."
Baca
Tambahkan
O Arrependimento do Don Após Minha Partida

O Arrependimento do Don Após Minha Partida

No meu quinto ano de casamento com o Don de uma poderosa família da máfia, descobri que o amuleto de proteção que ele me deu me causava dores de cabeça sempre que o carrego comigo. Como cirurgiã, isso acendeu um sinal de alerta em mim. Retirei os pequenos sachês que encontrei dentro do amuleto e os levei ao laboratório de toxicologia do Hospital Cursley. O médico examinou o sachê e me disse que ele continha um tipo de veneno de ação lenta que não apenas causava danos ao organismo da vítima, mas também a tornava infértil com o tempo. Chorei e exclamei: — Mas isso é impossível! Foi meu marido quem me deu isso! O nome dele é Vincenzo Cursley. E ele também é o dono deste hospital! O médico me olhou confuso. — Moça, por favor, pare com esse absurdo. Eu conheço o Sr. Cursley e a esposa dele. Eles são muito próximos e unidos. Aliás, a Sra. Cursley deu à luz um menino há pouco tempo. Os dois estão agora na ala VIP, admirando o bebê. Em seguida, o médico me mostrou uma foto no celular. Vincenzo estava usando seu habitual terno preto com o brasão da família Cursley bordado nele. Ele segurava um bebê nos braços, e a mulher ao lado dele... Eu a conhecia. Seu nome era Claudia Henderson. E Vincenzo sempre a chamou de irmã adotiva.
Cerita Pendek · Máfia
1.1K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Cinta Buta Sang Mafia

Cinta Buta Sang Mafia

Suamiku, Rian adalah sosok bos mafia yang paling ditakuti di Keluarga Liam dan dia selalu benci anak kecil. Namun, semuanya berubah sejak adik tiriku, Melisa pindah ke rumah sebelah bersama bayinya yang baru berusia enam bulan. Tiba-tiba saja, suamiku jadi sangat terobsesi dengan bayi itu. Dia menyuapi susu sendiri, menyanyikan lagu dan bahkan menggendong bayi itu ke mana pun dia pergi. Setiap hari dia pulang subuh dalam keadaan lelah, tapi wajahnya selalu dihiasi senyuman, seolah-olah bayi itu telah menyita seluruh jiwanya. Sementara aku menjadi sosok transparan di dunianya. Tiga hari yang lalu, mobilku diserempet orang dengan sengaja hingga menabrak pembatas jalan. Dengan kening berdarah dan kepala pening, aku meneleponnya lima puluh lima kali. Tak satu pun panggilanku diangkat, tapi dia malah mengunggah foto bayi itu di media sosialnya dengan keterangan, [Malaikat kecil sudah bisa tersenyum hari ini!] Aku sudah muak. Malam ini, di acara perjamuan makan keluarga yang dihadiri semua anggota keluarga. Aku menghabiskan gelas terakhirku dan meletakkannya. “Aku mau cerai.” Semua orang ternganga. “Kamu sudah gila?” teriak orang tuaku. Rian mencengkeram pergelangan tanganku dengan tatapan tidak percaya. “Yossi, hanya karena aku sibuk mengurus bayi dan nggak angkat teleponmu, kamu mau minta cerai?” “Bisa-bisanya kamu cemburu sama bayi enam bulan?” Aku tak membalas tatapannya. Mataku malah tertuju pada bekas cupang yang mencolok di belakang telinganya. “Kalau kamu memang begitu sayang sama bayi itu, aku akan merestui keinginanmu. Silakan jadi ayah dari anak itu saja,” ujarku dengan tenang.
Baca
Tambahkan
Luna de Miel: el Precio del Esposo

Luna de Miel: el Precio del Esposo

Mi esposo, Alejandro Montoya, el presidente del grupo, creyó que los tres meses de frialdad calculada que, por iniciativa propia, me impuso finalmente habían dado resultado, cuando se enteró de que yo había cedido voluntariamente un proyecto millonario a su asistente favorita. Convencido de que ya me había “domado”, propuso llevarme a Nordella para nuestra luna de miel. Pero cuando Sofía Vega, la asistente a la que más consentía, se enteró, los celos la desbordaron y armó un escándalo, amenazando con renunciar a la empresa. Mi esposo, que siempre la había consentido, entró en pánico. Después de pasar tres días y tres noches atendiendo sus caprichos, usó un viaje de negocios como excusa para cancelar nuevamente nuestra luna de miel y entregarle el otro boleto a Sofía. Mas tarde, me explicó todo con total indiferencia. —El amor y los sentimientos son cosas sin importancia, lo importante es el trabajo. Como jefe, debo poner a la empresa en primer lugar. Tú eres mi esposa, deberías apoyarme, ¿no? Miré el celular, en el último estado de Sofía, aparecía una foto de ambos, con las cabezas juntas y las manos formando un corazón, como una pareja enamorada. No dije nada, solo asentí. Alejandro creyó que me había vuelto comprensiva y madura. Quedó muy satisfecho e incluso prometió que, al regresar al país, me compensaría con una luna de miel aún más romántica. Lo que no sabía era que yo ya había presentado mi renuncia. Y que él mismo había firmado, hacía tiempo, el acuerdo de divorcio. Entre él y yo, ya no existía ningún futuro.
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
192021222324
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status