Short
Adik Angkat Suamiku, Benalu Pernikahanku

Adik Angkat Suamiku, Benalu Pernikahanku

Oleh:  OnionTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
19Bab
11Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Pada tahun kelima pernikahanku dengan bos keluarga mafia yang sangat berkuasa, aku menemukan sesuatu yang aneh. Jimat pelindung yang dia berikan padaku ternyata membuat kepalaku sakit setiap kali aku membawanya bersamaku. Sebagai seorang dokter bedah, hal itu langsung membuatku waspada. Aku mengambil kantong-kantong kecil yang sebelumnya kutemukan di dalam jimat itu, lalu membawanya ke laboratorium toksikologi di Rumah Sakit Sentosa. Dokter itu memeriksa salah satu kantong kecil tersebut, lalu memberitahuku bahwa isinya adalah sejenis racun yang bekerja secara perlahan. Racun itu bukan hanya merusak tubuh korban sedikit demi sedikit, tetapi juga dapat membuat orang tersebut menjadi tidak subur setelah beberapa waktu. Aku menangis sambil berucap dengan nada tak percaya, "Tapi, itu nggak mungkin! Suamiku yang memberikan ini padaku! Namanya Vito Kastoyo. Dia juga pemilik dari rumah sakit ini!" Dokter itu menatapku dengan bingung sebelum menimpali, "Bu, tolong berhenti mengatakan hal yang nggak masuk akal. Aku mengenal Pak Vito dan istrinya kok. Hubungan mereka sangat dekat dan mesra. Selain itu, belum lama ini istrinya baru saja melahirkan seorang bayi laki-laki. Sekarang, mereka berdua sedang berada di ruang VIP untuk melihat bayi mereka." Kemudian, dokter itu menunjukkan sebuah foto di ponselnya kepadaku. Vito mengenakan setelan hitam seperti biasanya dengan lambang Keluarga Kastoyo yang disulam di pakaiannya. Dia sedang menggendong seorang bayi di lengannya. Sementara itu, aku mengenal wanita yang berdiri di samping Vito. Namanya Chika Hutomo. Selama ini, Vito selalu menyebutnya sebagai adik angkatnya.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

Sudut pandang Ivana Winata:

Setelah keluar dari ruang dokter, aku segera bergegas masuk ke dalam lift dan langsung naik menuju ruang VIP di lantai paling atas rumah sakit. Aku ingin Vito menjelaskan semuanya kepadaku.

Lift pun akhirnya sampai di lantai teratas. Saat hendak keluar, aku mendengar suara dua orang yang sangat familier dari ujung lorong.

"Vito, nyalimu besar banget. Beraninya kamu menyembunyikan hubunganmu dengan Chika dari Ivana dan bahkan punya anak dengannya. Aku jadi penasaran, gimana kalau dia sampai tahu ya? Sejujurnya, aku benaran nggak ngerti apa yang ada di pikiranmu itu."

"Waktu kita masih kecil, kamu tergila-gila pada Chika. Lalu setelah dewasa, kamu tiba-tiba jatuh cinta pada Ivana, bahkan sampai membuat Chika pergi. Tapi kemudian, kamu malah melakukan segala cara untuk membawa Chika kembali dan akhirnya punya anak dengannya. Jadi Vito, sebenarnya siapa yang kamu cintai sih?"

Pada saat itu, aku merasakan hawa dingin menjalar di punggungku dan tubuhku tiba-tiba membeku. Itu suara Fernando Gotama. Dia sudah mengenal Vito sejak mereka masih kecil.

Vito terdiam cukup lama. Akhirnya, dia berkata, "Aku mencintai Ivana, tapi aku juga nggak bisa melepaskan Chika begitu saja. Aku merasa bersalah setelah tahu bahwa kehidupannya di Cersato nggak berjalan dengan baik. Ivana sudah menjadi istriku. Satu-satunya cara aku bisa melindungi Chika adalah dengan membiarkannya mengandung anakku."

Fernando menghela napas sebelum bertanya, "Tapi, gimana kalau Ivana hamil? Chika adalah sepupuku. Aku nggak mau lihat anaknya hidup tanpa ayah, apalagi menjalani hidup dalam kesengsaraan sepanjang hidupnya."

Pintu lift berderit dan mulai menutup. Tepat sebelum pintu itu benar-benar tertutup, aku mendengar Vito berbisik, "Jangan khawatir, itu nggak akan terjadi."

Fernando tampaknya tidak langsung mengerti. Dia pun bertanya, "Apa?"

Hanya saja, aku mengerti. Aku sudah memahami semuanya sekarang. Yang Vito maksud adalah aku tidak akan mengandung anaknya. Sebab, dia sudah memberiku racun yang bekerja perlahan dan itu akan membuatku mandul nantinya. Jadi, aku tidak akan pernah bisa melahirkan anak untuknya.

Aku tidak keluar untuk menghadapi mereka. Percakapan mereka sudah memberiku semua jawaban yang kubutuhkan. Pada saat ini, ponselku bergetar di dalam saku. Layarnya menyala dan menunjukkan bahwa aku baru saja menerima pesan dari Vito.

[ Ivana, besok aku akan menemuimu di pelabuhan. Jangan lupa membawa jimat pelindung yang kuberikan padamu. Itu bisa menjaga tuan putriku tetap aman selama perjalanannya. ]

Aku bisa merasakan emosiku hampir meledak. Air mata besar mulai mengalir di pipiku. Vito adalah bos mafia dan dia selalu sangat sibuk. Namun sejak kami menikah, setiap kali aku kembali dari perjalanan bisnis ke luar negeri, dia selalu bersikeras menungguku di pelabuhan.

Vito juga selalu memesan restoran terlebih dahulu, memberiku buket bunga, dan menyambutku pulang. Setiap kali selalu seperti itu. Teman-temannya pernah memberitahuku bahwa aku adalah cinta pertama Vito. Pria itu juga telah melakukan segala cara, bahkan mungkin lebih dari yang seharusnya untuk mengejarku sampai akhirnya aku menerimanya waktu itu.

Vito juga menghabiskan banyak uang untuk menyewa tim medis terbaik guna mengelola rumah sakit yang ditinggalkan orang tuaku di Dermaga Barat. Selain itu, dia juga membantuku meningkatkan layanan medis di sana. Semua itu dilakukannya agar dia bisa bersamaku.

Setelah kami menikah, Vito bahkan makin memanjakanku. Suatu kali, aku hanya sekadar memberitahunya bahwa aku merindukan Ibu. Saat itu juga di tengah malam, dia langsung mulai bekerja. Vito menghubungi semua kenalannya dan mencari pusaka peninggalan Ibu untukku bahkan sebelum matahari terbit keesokan harinya.

Akan tetapi, justru pria yang seromantis itu ternyata diam-diam membangun keluarga lain di belakangku.

Tiba-tiba, semuanya menjadi masuk akal. Pantas saja Chika jauh lebih mengenal setiap sudut dan seluk-beluk Vila Kastoyo dibandingkan diriku. Pantas saja seseorang yang katanya menghabiskan sebagian besar hidupnya di Cersato masih bisa memanggil teman-teman Vito dengan nama panggilan mereka.

Pantas saja seorang "adik angkat" seperti Chika bisa membuat Vito menyingkirkan pekerjaannya untuk menemaninya melakukan perjalanan keliling dunia. Chika sama sekali bukan adik angkat Vito. Jelas sekali bahwa dia adalah seseorang yang sudah dijodohkan dengan Vito sejak dulu. Dia adalah tunangannya. Selama ini, akulah orang ketiga dalam hubungan mereka.

Ponselku kembali bergetar. Kali ini, itu adalah foto keluarga yang dikirim oleh Chika. Bersama foto itu, ada pesan yang berbunyi sebagai berikut.

[ Ivana, berhentilah merebut tempat yang sejak awal nggak pernah menjadi milikmu. Aku kira kamu sudah paham, tapi ternyata kamu jauh lebih keras kepala dari yang kuduga. Vito bilang anak ini sangat mirip dengannya. Gimana menurutmu? ]

Aku hanya melirik pesan itu sekilas sebelum menutup jendela percakapan. Jika Chika sangat menginginkan Vito, aku akan membiarkannya memilikinya.

Aku membuka daftar kontak dan mengetuk nomor yang hampir sudah kulupakan. Tak lama kemudian, aku berujar, "Alvin, aku kalah dalam taruhan kita. Aku akan pergi bersamamu. Tapi, ada satu hal yang kubutuhkan. Bantu aku berpura-pura bahwa aku telah mati."

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
19 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status