Cintamu Bohong, Ya?
Saat itu, usahanya baru mulai berkembang, kami membeli vila ini dengan bahagia.
Kami berbaring di ranjang sambil berpelukan, merencanakan masa depan, bercita-cita punya seorang putra dan seorang putri.
Harapan kami adalah hidup bahagia berempat.
Namun, kini tidak ada lagi suasana bahagia di vila ini, yang ada hanya pengkhianatan.
Aku berdiri di balkon mengingat kembali kenangan masa lalu, air mata jatuh tanpa bisa dikendalikan.
Hot Chapters